Mengingatini, kita harus menyebutkan Rousseau, Wittgenstein, Sartre, Nietzche, Schopenhauer, antara lain. Selanjutnya, saya mengundang Anda untuk merenungkan beberapa pertanyaan eksistensial. Anda juga dapat melihat 14 arus filosofis paling penting dan perwakilannya. Daftar 30 pertanyaan eksistensial yang diajukan oleh para filsuf besar sejarah
Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Pendidikan Terhadap Covid Makalah Tentang 19 . plr.villetteaschiera.perugia.it; Views: 27371: Published: 1.08.2022: Author: manfaat belajar filsafat pendidikan dan ruang ruang lingkup filsafat pendidikan Menurut UU No Latar Belakang Pemerintah Indonesia baru mengonfirmasi kasus pertama .
1 Jelaskan peranan lembaga pendidikan dalam membangun karakter bangsa. JAWABAN: kebutuhan bangsa terhadap generasi berkarakter merupakan sesuatu hal yang sangat mendesak seiring gelombang modernitas yang semakin besar. Membicarakan tentang pembangunan karakter bangsa tidak akan pernah lepas dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
10Pertanyaan Tentang Filsafat. 1. Sebutkan cabang- cabang filsafat! 2. Uraikan persamaan antara filsafat dan ilmu! Keduanya mencari rumusan yang sebaik- baiknya menyelidiki objek selengkap- lengkapnya sampai keakar-akarnya, Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian- kejadian yang kita alami dan
Kelimakonsep ini disebut juga unsur dasar Pancasila - Pertanyaan Tentang Filsafat Pancasila. Pada garis besarnya seluruh pandangan hidup itu tanpa terkecuali bersumberkan pada salah satu sumber yang paling utama. Seperti contoh pedoman hidup ajaran agama, dan semuanya berpedoman pada agamanya masing-masing seperti islam yang berpedoman pada
1 Jelaskan hubungan antara filsafat Islam dan pendidikan Islam! Jawab: Filsafat Islam merupakan alat utama bagi pendidikan Islam dalam upaya untuk mengembangkan pendidikan Islam. Filsafat Islam menjadi dasar yang membantu pendidikan Islam dalam membedah permasalahan kemudian menemukan penyelesaiannya. Filsafat Islam ada bukan untuk menghakimi
TanyaJawab Materi Pengantar Filsafat Ilmu Dari Sudut Pandang Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi 1. PERTANYAAN DAN JAWABAN PENGANTAR FILSAFAT ILMU DARI SUDUT PANDANG ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI Disusun oleh = 1. RINI FITRIASARI (1231800007) 2. YULIA KARTIKA SARI (1231800028) Memenuhi Tugas Dosen Pengampu : SIGIT SARDJONO, Dr,M.Ec
SemulaDijawab: Mengapa filsafat sangat sulit difahami? Filsafat itu adalah ilmu yang rumit dan sulit. Buktinya orang-orang yang bergelut dengan filsafat kerap mengutarakan kata-kata dan teori yang sulit dimengerti oleh banyak orang. Mereka kerap mengigau dengan "bahasa-bahasa setan".
37B. PEMBAHASAN Ketika membicarakan tahap-tahap perkembangan pengetahuan tercakup pula telaahan filsafat yang menyangkut pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Pertama, dari segi ontologi, yaitu tentang apa dan sampai di mana yang hendak dicapai ilmu. Ini berarti sejak awal kita sudah ada pegangan dan gejala sosial.
PertanyaanPertanyaan Filsafat. Anak-anak sering mengajukan pertanyaan kepada orang dewasa, ia lontarkan pertanyaan tersebut secara alamiah. Hasrat ingin tahu yang kuat membuat anak-anak cerewet bertanya dan pertanyaannya pun mengandung makna filosofis yang sulit dijawab oleh orang dewasa.
Seringkali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ini bersifat filosofis sehingga sulit ditemukan jawabannya, karena pemikiran manusia pada dasarnya juga bersifat terbatas. Filosofi atau sering juga disebut sebagai Filsafat merupakan sebuah disiplin ilmu yang ingin mencoba memahami keberadaan manusia dan dunia. Manusia dan alam semesta sebenarnya
1 Guru yang mengerti paedagogi. 2. Guru yang sesuai dengan visi misi sekolah. 3. Punya kemampuan komunikasi dan sosial yang bagus. 4. Guru yang kreatif, inovatif dan inspiratif. Banyak usaha yang telah dan sedang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan pendidikan khususnya bagi daerah terpencil.
Search Makalah Tentang Covid 19 Terhadap Pendidikan. Pendidikan Tentang Terhadap 19 Makalah Covid . uzt.ristrutturazioneedile.bologna.it; Views: 25604: Published: .08.2022: 23 Pertanyaan Tentang Virus Corona (Covid-19) Baca Juga: 23 Pertanyaan Tentang Virus Corona (Covid-19). Dalam kalangan pendidikan makalah juga dapat diartikan karya
Jawablah120 Pertanyaan Filsafat *. Filsafat, (dari bahasa Yunani, melalui bahasa Latin, Philosophia, "cinta kebijaksanaan") adalah pertimbangan rasional, abstrak, dan metodis tentang realitas sebagai keseluruhan atau dimensi fundamental dari keberadaan dan pengalaman manusia. Penyelidikan filosofis adalah elemen sentral dalam sejarah
XO0I9h. 1. Jelaskan hubungan antara filsafat Islam dan pendidikan Islam! Jawab Filsafat Islam merupakan alat utama bagi pendidikan Islam dalam upaya untuk mengembangkan pendidikan Islam. Filsafat Islam menjadi dasar yang membantu pendidikan Islam dalam membedah permasalahan kemudian menemukan penyelesaiannya. Filsafat Islam ada bukan untuk menghakimi kesalahan pendidikan Islam, namun ia hadir memberi sumbangan menjadi sumber hukum dan sumber metode bagi pembaruan pendidikan Islam. Dalam istilah Filsafat Islam’ dan Pendidikan Islam’ kata Islam’ memiliki persamaan yaitu sama-sama menjadi kata sifat yang mengiringi kata Filsafat dan kata pendididikan. Sehingga sebenarnya filsafat Islam dan pendidikan Islam bisa disatukan dalam satu kajian keilmuwan yaitu Filsafat Pendidikan Islam. Karena keduanya memiliki metode yang sama yaitu metode khas islami yang biasa kita sebut dengan metode ijtihad.[1] Pendidikan Islam dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Filsafat Islam, karena pendidikan Islam merupakan implementasi dari produk filsafat Islam. Dengan kata lain kandungan yang ada pada pendidikan Islam adalah hasil metode filsafat islam yang berkembang di masyarakat. Sebagaimana pendapat Zuhairini bahwa metode dan sistem serta aliran filsafat Islam dapat mempengaruhi bahkan mengarahkan jalan dan isi pendidikan di kalangan umat islam.[2] Jika kita menghubungkan antara filsafat Islam dengan Pendidikan Islam maka Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa Filsafat Pendidikan Islam bukanlah filsafat pendidikan tak terbatas. Selanjutnya ia mengomentari kata radikal’ yang menjadi salah satu ciri berpikir filsafat mengatakan bahwa pandangan ini keliru. Radikal bukan berarti tanpa batas. Tidak ada di dunia ini disebut tanpa batas, dan bukankah dengan menyatakan bahwa seorang muslim yang telah menyakini isi keimanannya, akan mengetahui dimana batas-batas pikiran akal dapat dipergunakan, dan jika ia berfikir serta berfilsafat mensyukuri nikmat Allah, berarti ia radikal konsekuen dalam batas-batas itu. Inilah yang menurut dia disebut sebagai sifat radikal dari filsafat Islam.[3] Dari pernyataan Marimba tersebut maka dapat penulis simpulkan bahwa filsafat Islam dapat menjadi batasan atau aturan main bagi pendidikan islam dalam upaya pengembengannya. Hal inilah yang membedakan dengan filsafat barat umum yang tidak memiliki keterbatasan dan tak terikat dengan paham-paham atau isme yang mengekang. 2. Jelaskan perbedaan yang esensial antara teori-teori pendidikan essensialisme, perensialisme, progressivime, rekontruksi sosial, dan eksistensialisme, terutama menyangkut tujuan pendidikan, kurikulum, peranan guru! Jawab Berdasarkan perkembangan mazhab-mazhab pemikiran pendidikan di Amerika Serikat maka pendidikannya dapat dipetakan ke dalam bagan di bawah ini yaitu sebagai berikut[4] Secara umum pandangan mengenai masing-masing mazhab filsafat pedidikan yang menyangkut tentang tujuan pendidikan, kurikulum, dan peranan guru dapat dipetakan ke dalam tabel berikut ini[5] Teori Pendidikan Tujuan Pendidikan Kurikulum Peranan Guru Perenialisme; dasar filsafatnya adalah Neo Thomisme Thomas Aquinus yang menekankan Iptek yang berasa dari Tuhan. - Siswa mampu menemukan kembali dan menginternalisasi kebenaran masa lalu. Serta mampu menyerap dan menguasai fakta-fakta dan informasi. - Pembelajaran yang bersifat Teacher centered siswa mematuhi perintah guru. - Muatan; kesusastraan, matematika, bahasa, ilmu sosial & sejarah. - Metode; mengkaji dan membaca kitab-kitab buku doktrin masa lalu. - Menanamkan doktrin - Pembiming mental, spiritual, dan pendisiplinan. Essensialisme; dasar filsafatnya adalah idealisme-realisme yang mana sumber kebenaran berasal dari ide-ide gagasan dan realitas di sekitarnya. - Siswa mengetahui warisan budaya dan sejarah seputar inti pengetahuan yang terakumulasi berakumulasi dan bermanfaat - Siswa mampu menyerap ide-ide gagasan - Pembelajaran yang bersifat Teacher centered siswa meniru segala apa yang ada pada guru. - Muatan; ketrampilan Calistung baca-tulis-hitung, eksak, dan ilmu sosial. - Metode; siswa diajak untuk mengembangkan daya fikirnya ide serta memahami dan berempati terhadap dunia fisik di sekitarnya. - Sebagai model contoh yang ideal/patut ditiru - Mempertahankan nilai-nilai insaniah. - Pemilik kewenangan di bidang keahliannya. Progressivisme; dasar filsafatnya adalah eksperimentalisme dan pragmatisme. - Siswa mempunyai ketrampilan, alat, dan pengalaman sosial interaksi dengan alam sekitar - Siswa mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah baik secara pribadi maupun sosial. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - muatan; ilmu sosial khususnya komunikasi verbal dan non verbal. - Teknik; pembangunan komunikasi dan buku sebagai alat bukan sebagai sumber pembelajaran yang pokok. - Metode; siswa diajak terjun langsung ke lapangan untuk memecahkan masalah. - Pembimbing dalam sebuah permasalahan proyek rekayasa atau kenyataan untuk dipecahkan siswa. - Memberi tantangan masalah yang harus dipecahkan oleh siswa. - Harus sabar, cerdas, kreatif, dan memiliki peta konsep yang aplikatif. Reconstructionisme; Dasar filsafatnya adalah eksperimetnalisme dan pragmatisme - Siswa mempunyai kesadaran empati atas problem umat manusia - Siswa memiliki ketrampilan untuk memcahkan problem kehidupan universal - Siswa mampu membangun konsep tatanan dunia baru. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - muatan; ilmu sosial, politik, & ekonomi - metode; scientific inquiry - menyadarkan siswa atas realitas persoalan-persoalan yang dihadapai umat manusia - sebagai pemimpin lapangan bersama siswa dalam melakukan penelitian. Existensialisme; Dasar filsafatnya adalah eksistensialisme - Siswa mampu mengembangkan potensinya untuk mencari jati dirinya. - pembelajaran yang bersifat student centered siswa berperan aktif untuk menemukan dan mendapat tujuan pembelajaran - Kurikulum bersembur dari siswa, sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhannya. - Teknik; menekankan pada proses pemikiran reflektif. - Muatan; ilmu sastra dan seni sebagai mata pelajaran penting untuk intropeksi dan refleksi. - Metode; mengikutkan siswa pada proyek-proyek untuk mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan. - Guru tidak boleh mengintervensi siswa - Guru sebagai fasilitator untuk mengembangkan bakat siswa - Memiliki sikap ilmiah - Pembimbing siswa dalam pembelajaran. 3. Jelaskan mengapa guru/pendidik agama Islam harus memahami filsafat Pendidikan Islam? Berikan contoh-contoh penerapannya bagi pendidik/guru agama islam dalam pelaksaan tugasnya! Jawab Mempelajari Filsafat Pendidikan Islam merupakan manifestasi pemikiran manusia yang mendasar, sistematis, logi, dan menyeluruh tentang dunia pendidikan yang mana pendalaman ilmunya tidak hanya dilatar belakangi oleh ilmu pengetahuan Islam saja melainkan menuntut manusia untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang dipandang relevan dan diperlukan sesuai dengan perkembangan. Pemikiran filosofis sangat diperlukan dalam upaya mengembangakan dan pengadaan pembaruan PAI, karena dengan cara seperti itu pendidik sebagai manusia akan selalu berfikir dan bertindak yang didasarkan pada nilai-nilai universal dan kepentingan bersama. Oleh sebab itu pendidik PAI dituntut untuk memahami teori-teori disiplin ilmu umum dan juga memiliki pengalaman yang luas tentang masalah kehidupan realistis yang dihadapi oleh masyarakat dan yang dihadapi oleh dirinya sendiri.[6] Dengan kata lain Filsafat Pendidikan Islam merupakan alat yang penting bagi guru PAI untuk menganalisis, membedah, dan sebagai dasar bagi guru dalam upaya pengembangan segala hal yang berhubungan dengan PAI. Jika guru tidak memahami Filsafat Pendidikan Islam secara benar dan menyeluruh maka dapat dipastikan pembelajaran PAI akan berjalan konstan, monoton, dan bisa dikatana tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Contoh-contoh penerapan Guru PAI yang mengajar berlandaskan Filsafat Pendidikan Islam adalah sebagai berikut a. Guru mengadakan inovasi pembelajaran baik dari segi metode, strategi, media pembalajaran, dan segala aspek yang bersangkutan dengan PAI. Misalnya siswa diajak terjun langsung ke lapangan meneliti realitas di sekitar masyarakat pluralis yang terdiri dari santri dengan abangan, kemudian siswa diberikan tugas untuk memecahkan masalah seperti benturan budaya antara abangan dengan santri. b. Guru mengadakan pembaruan materi isi PAI walaupun masih berlandaskan pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pembaruan dimaksudkan untuk membingkai dan mengemas materi PAI menjadi lebih menarik, bernilai guna secara praktis, dan siswa masyarakat menjadi sadar akan pentingnya PAI. Misalnya guru melakukan integrasi, memasukkan ilmu pengetahuan umum ke dalam materi PAI kemudian menghubungkannya secara kontekstual dan tekstual terhadap al-Qur’an dan Hadith. Sehingga PAI hadir tidak hanya untuk mengkritik ilmu pengetahuan umum namun mendukung ilmu umum jika itu dipandang bermanfaat bagi masyarakat secara universal. Dengan kata lain PAI menggugah masyarakat siswa untuk mengembangkan ilmu umum secara luas namun tetap berada dalam pakem dan bingkai nilai-nilai islam. c. Guru PAI senantiasa besifat terbuka inklusif, inovatif, memberikan solusi, dan senantiasa melakukan pengembangan diri dengan cara meningkatkan kualitas melalui pelatihan-pelatihan, melakukan penelitian, melakukan pengabdian di masyarakat yang tidak hanya dalam bidang ritual ibadah keagamaan saja, dan menginspirasi serta memotivasi masyarakat siswa untuk mengembangkan ilmu pengetahaun umum yang berlandaskan nilai-nilai islam demi kesejahteraan manusia di dunia dan kesejahteraan umat islam di akhirat. 4. Akhir-akhir ini di berbagai perguruan tinggi Islam terdapat upaya integrasi antar sains dan agama, atau integrasi imtaq dan ipteks. Jelaskan landasan filosofis dari integrasi tersebut! Jawab Konsep integrasi ilmu yang beberapa tahun terakhir ini menjadi wacana besar di sebagian perguruan tinggi Islam khususnya di UIN merupakan respon dari fenomena politik maupun ekonomi, dan perilaku masyarakat yang sadar akan kebutuhan pendidikan setinggi-tingginya. Penambahan porsi anggaran pendidikan di APBN memberikan peluang besar bagi masyarakat bawah untuk mengeyam pendidikan tinggi. Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pendidikan memandang perlunya sebuah pendidikan, tentu pendidikan bukan hanya untuk nilai gengsi sosial fenomena latah/ikut-ikutan namun juga untuk investasi keterjaminan peluang kerja dan yang terakhir adalah karena faktor nilai-nilai ilahiah yaitu didasarkan karena faktor murni untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa tendensi apapaun selain ridho Allah atau untuk memenuhi perintah Allah dalam mencari ilmu. Mengahadapi keadaan masyarakat yang semakin pragmatis dan informatif maka lembaga Pendidikan Islam khususnya perguruan tinggi islam sebagai sumber utama pendidikan islam dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap realitas perkembangan masyarakat. Jika tidak menyesuaikan diri maka dapat dipastikan perguruan tinggi islam tidak akan lagi diminati oleh masyarakat. Penyesuaian ini sekaligus sebagai upaya pemodernan, pembaruan, dan peningkatan mutu lembaga pendidikan islam di tengah masyarakat. Secara global ilmu pengetahuan dan produk-produknya telah menyebar ke seluruh penjuru dunia dan tidak bisa dihindari dan terbendung lagi. Jika umat islam tetap acuh, apatis, dan menghindari realitas kemajuan Iptek maka menyebabkan posisi umat islam akan semakin tertinggal jauh dari peradaban barat. Pendidikan Agama Islam yang normatif hanya berisi wahyu, hukum-hukum islam, benar-salah, dan sejarah islam dipandang tidak lagi memiliki nilai arti apa-apa lagi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan umum. Dengan kata lain, masyarakat memandang pesimis PAI akan bisa menyumbang keberhasilan mahasiswa secara praktis menjadi manusia yang sukses dalam menjalani hidup yang semakin kompetitif. PAI dipandang sebagai ilmu hafalan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan secara dogmatis. Sehingga mengesankan bahwa Islam hanyalah agama yang berkaitan dengan ritualitas dan ibadah saja, padahal banyak sekali ayat-ayat dalam al-quran dan hadith-hadith yang diintepretasikan secara kontekstual menggambarkan kepada umatnya untuk mencintai dan mempelajari ilmu pengetahuan secara universal. Berdasarkan kajian ontologis ilmu pengetahuan umum lebih cenderung bersifat netral, dengan arti tidak dapat bersifat islami, kapitalis, sosialis, komunis atau yang lainnya. Akan tetapi ketika seorang ilmuwan menjelaskan tentang perubahan yang telah atau akan terjadi, menerangkan cara memanfaatkan hukum alam, dan mengarahkan pengetahuan tersebut ke arah tertentu maka ilmu pengetahuan tersebut tidak bisa dikatakan netral.[7] Karena analisis yang dilakukan oleh ilmuwan tersebut bisa jadi karena dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan yang telah ia lalui sebelumnya, misalnya adanya doktrin ideologi, agama, ataupun pengalaman pribadi. Dikotomi antara pendidikan umum dengan pendidikan Islam dalam bingkai Filsafat Pendidikan Islam dipandang sebagain umat islam sebagai permasalahan yang sangat mengganggu bagi kepentingan kemajuan peradaban umat islam. Bukankah pendidikan hadir untuk menyiapkan manusia beserta segala akibat turunannya menghadapi segala permasalahan kehidupan. Lantas salahkah jika Ulama pada zaman sekarang melakukan ijtihad baru untuk menjawab permasalahan pendidikan Islam zaman sekarang ini yang dihadapkan dengan pendidikan umum. Oleh karena itu, dipandang perlu dan penting sesegera mungkin pendidikan islam mengadakan integrasi ilmu yaitu bukan dengan cara mencampurkan antara pendidikan umum dengan pendidikan islam seperti mencampurkan air dengan minyak. Integrasi dilakukan untuk tercapainya efisiensi seperti hemat waktu serta biaya dan tercapainya efektifitas sehingga mahasiswa menjadi lebih fokus pada materi yang integral. Yang mana mahasiswa tidak akan lagi membedakan mana mata pelajaran/pendidikan agama dan mana mata pelajaran/pendidikan non agama, namun semuanya terintegral menjadi satu menjadi pendidikan berbasis agama. 5. Selama ini masih banyak kritik yang ditujukan kepada PAI di Sekolah Umum. a. Jelaskan berbagai kritik tersebut! b. Jika anda ditunjuk sebagai konsultan pengembangan PAI di Sekolah umum, apa saja saran-saran anda baik terhadap guru Pendidikan Agama Islam maupun Kepala Sekolah untuk memperbaiki keadaan yang dikritik tersebut? Jawab a. Pendidikan Agama Islam pada era informasi sekarang ini dihadapkan pada berbagai permasalahan mulai dari sistem pendidikan yang tidak integral, kurikulum ahistoris karena lebih mengekor pada pendidikan umum yang pada praktiknya enggan untuk diterapkan secara menyatu, metode yang masih terus menyesuaikan diri, dan tujuan pendidikan yang secara praktis belum terfokus. Walaupun pada faktanya sekarang ini pendidikan Islam secara kelembagaan serta adminsitrasi misalnya Madrasah dan Pondok pesantren mengalami perkembangan pesat, mulai dari sarana prasarana, jumlah mahasiswa, kualitas, dan sistem organisasi yang terstruktur. Namun dari segi Kurikulum sepertinya Pendidikan Islam baik secara isi maupun metode masih tunduk pada pengaruh-pengaruh pendidikan umum. Inilah tugas penting generasi Islam ke depan dalam mentransformasikan pendidikan supaya sistem pendidikan memiliki jiwa-jiwa Islami. Sehingga bukan sistem pendidikan Islam yang dimuati oleh Kurikulum Umum namun bisa terciptanya Kurikulum Umum yang dimuati kurikulum dan sistem pendidikan Islami secara integral. Yang masih menjadi diskusi panjang tentang pendidikan Islam adalah apakah Islam mempunyai konsep tersendiri mengenai Pendidikan versi Islam ataukah tidak sama sekali.[8] Pada kenyataan secara historis kemajuan peradaban Islam di masa Keemasan dahulu diperoleh umat islam karena mengambil, beradapatasi, dan mengadopsi sistem lembaga pendidikan dari peradaban masyarakat yang ia jumpainya sebagai implikasi politik ekspedisi. Jika kita tarik pada permasalahan pendidikan Islam di Indonesia sekarang ini maka kita dapat jumpai bahwa konsep pendidikan di madrasah dan mata pelajara PAI di Sekolah umum belum mengalami perkembangan yang berarti. Intervensi’ secara tak sengaja dari konsep pendidikan umum masih tercium tajam, sehingga terkesan bahwa konsep pendidikan Islam selalu mengekor pada konsep pendidikan Umum. Tentu pembahasan ini masih jauh dengan gagasan bahwa di lembaga madrasah Indonesia harus diadakan kurikulum yang integratif. Jika ditinjau dari kualitas gurunya maka Pendidikan Agama Islam bisa dikatan masih didominasi oleh guru-guru yang terkesan tidak menerima inovasi, tidak bisa mengembangkan PAI menjadi sebuah mata pelajaran yang disukai oleh peserta didik, dan guru memposisikan dirinya sebagai ulama yang harus dipatuhi oleh umatnya. Inilah realitas yang tejadi pada dunia Pendidikan Agama Islam yang berada di sekolah-sekolah umum. Nasib PAI lebih dianaktirikan dan dinomer duakan dari pendidikan-pendidikan lain walaupun secara undang-undang UU no. 20 tentang SISDIKNAS 2003 mengutamakan pada peningkatan iman dan taqwa peserta didik. b. Jika saya ditunjuk menjadi konsultan pengembangan PAI di sekolah umum maka saya akan memberikan saran-saran kepada Guru PAI dan kepala sekolah untuk memperbaiki keadaan berdasarkan kritikan di atas. Diantaranya adalah sebagai berikut 1 Untuk Guru PAI; guru PAI harus banyak membaca literatur umum tidak hanya litaratur agama dan bahasa arab saja, guru PAI mengembangkan ilmu pengetahuannya dengan cara membuat karya ilmiah, guru melakukan pengabdian di masyarakat tidak hanya dalam bidang ibadah namun juga berperan dalam memecahkan masalah umum. Guru lebih bersifat terbuka inklusif dalam menerima ide-ide baru yang dipandang bisa mengembangkan ilmu pengetahuan. Guru PAI mereformulasi metode, strategi, dan media pembelajaran PAI yang lebih menarik dan bernilai kesan bagi mahasiswa. 2 Untuk Kepala sekolah; kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru PAI untuk mengembangkan diri dengan cara mengikuti pelatihan pengembangan diri diluar bidang materi pendidikan islam. Kepala sekolah memfasilitasi wakil kepala bidang Kurikulum untuk mengembangkan kurikulum PAI yang integratif dengan ilmu umum sehingga bisa bersifat aplikatif sehingga bisa dimanfaatkan secara langsung oleh mahasiswa. Kepala sekolah mendorong guru PAI untuk meningkatkan kualitas diri dengan cara mengikuti pelatihan dan membaca buku-buku keilmuan umum. DAFTAR RUJUKAN Arifin, Muzayyin. Filsafat Pendidikan Islam . Jakarta Bumi Aksara, 2010. Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung Remaja Rosdakarya, 2001. -. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya Pustaka Pelajar, 2004. Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta Bumi Aksara, 1995. [1]Zuhairini, dkk., Filsafat Pendidikan Islam Jakarta Bumi Aksara, 1995, 127. [4]Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam Surabaya Pustaka Pelajar, 2004, 40. [6][6]Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam Jakarta Bumi Aksara, 2010, 1. [7]Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Bandung Remaja Rosdakarya, 2001 , 65.
1. Sebutkan defenisi filsafat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia! Jawab Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, filsafat adalah Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan Ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi. 2. Sebutkan beberapa pengertian filsafat menurut beberapa pakar! Jawab pengertian filsafat menurut beberapa para pakar adalah Al- Farabi mengemukakan bahwa Filsafat ialah ilmu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. Immanuel Kant mengatakan bahwa filsafat itu adalah ilmu dasar segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan yaitu apakah yang dapat diketahui, apakah yang boleh kita kerjakan, sampai dimanakah pengharapan kita, sampai dimanakah pengharapan kita, apakah yang dinamakan manusia. Sultan Takdir Alisjahbana berpendapat bahwa filsafat adalah berfikir dengan inshaf, yang dimaksud dengan inshaf adalah berfikir dengan teliti menurut aturan yang pasti. Dalam pandanga Sidi Gazalba filsafat adalah berfikir secara mendalam, sistematik, radikal, dan universal dalam rangka mencari kebenaran, inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada. 3. Sebutkan ciri pokok dalam filsafat menurut Sidi Gazalba! Jawab Menurut Sidi Gazalba ciri pokok dalam filsafat adalah Adanya unsur berfikir yang dalam hal ini menggunakan akal, Adanya unsur tujuan yang ingin dicapai melalui berfikir tersebut, Adanya unsur ciri yang terdapat dalam pikiran tersebut yaitu mendalam 4. Uraikan secara singkat tentang pengertian filsafat secara etimologi dan terminologi! Jawab Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Philos suka, cinta dan sophia kebijaksanaan, yang berarti cinta kebijaksanaan, sedangkan secara istilah filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yag biasanya diterima secara tidak kritis. 5. Jelaskan latar belakang munculnya istilah Philosophia! Jawab Menurut sejarah istilah philosophia digunakan oleh Pythagoras disekitar abad ke- 6 SM. Ketika diajukan pertanyaan kepadanya “ Apakah anda termasuk orang yang bijaksana?” Dengan rendah hati ia menjawab “ saya adalah seorang Philosophos atau pencinta kebijaksanaan”. 6. Kemukakan beberapa defenisi ilmu menurut para ahli! Jawab Beberapa pakar mengemukakan tentang pengertian Ilmu, yaitu Mohammad Hatta mendefinisikan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum yang kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar,maupun menurut bangunannya dari dalam. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak. Karl Pearson mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana, Ashley Montagu menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dari sutu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji. 7. Apakah yang dimaksud dengan filsafat ilmu? Jawab Filsafat ilmu menurut Mohar seperti yang dikutip oleh Andi Hakim Nasution adalah suatu usaha akal manusia yang teratur dan taat asas menuju penemuan keterangan tentang pengetahuan yang benar. 8. Sebutkan cabang- cabang filsafat! Jawab Cabang- cabang filsafat adalah Filsafat pengetahuan Filsafat moral Filsafat seni Metafisika Filsafat pemerintahan Filsafat agama Filsafat ilmu Filsafat pendidikan Filsafat hukum Filsafat sejarah Filsafat Matematika 9. Uraikan persamaan antara filsafat dan ilmu! Jawab persamaan antara filsafat dan ilmu adalah Keduanya mencari rumusan yang sebaik- baiknya menyelidiki objek selengkap- lengkapnya sampai keakar-akarnya, Keduanya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian- kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukkan sebab- sebabnya Keduanya hendak memberikan sintesis yaitu suatu pandangan yang bergandengan Keduanya mempunyai metode dan sistem Keduanya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia objektivitas akan pengetahuan yang lebih mendasar. 10. Uraikan perbedaan filsafat dan ilmu! Jawab perbedaan filsafat dan ilmu adalah Objek material lapangan filsafat itu bersifat universal umum yaitu segala sesuatu yang ada realita sedangkan objek material ilmu pengetahuan bersifat khusus. Artinya ilmu hany terfokus pada disiplin bidang masing- masing secara kaku dan terkotak- kotak dalam disiplin tertentu Objek formal filsafat itu bersifat non fragmentaris karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas mendalam dan mendasar. Sedangkan ilmu bersifat fragmentaris, spesifik, dan intensif. Disamping itu objek formal ilmu itu bersifat tekhnik yang berarti bahwa cara ide- ide manusia itu mengadakan penyatuan diri dengan realita, Filsafat dilaksanakan dalam suatu suasana pengetahuan yang menonjolkan daya spekulasi, kritis, dan pengawasan sedangkan ilmu haruslah diadakan riset lewat pendekatan trial and error. Oleh karena itu nilai ilmu terletak pada kegunaan pragmatis sedang kegunaan filsafat timbul dari nilainya. Filsafat memuat pertanyaan lebih jauh dan lebih mendalam berdasarkan pada pengalaman realitas sehari- hari sedangkan ilmu bersifat diskursif yaitu menguraikan secara logis yang dimulai dari tidak tahu menjadi tahu. Filsafat memberikan penjelasan yang terakhir, yang mutlak dan mendalam sampai mendasar sedangkan ilmu menunjukkan sebab- sebab yang tidak begitu mendalam, yang lebih dekat yang sekunder. 11. Proses berfikir dalam filsafat memiliki beberapa karakteristik, sebutkan! Jawab karakteristik proses berfikir dalam filsafat adalah Berfikir radikal Mencari asas Memburu kebenaran Mencari kejelasan Berfikir rasional ciri- ciri utama ilmu! Jawab Ciri- ciri utama ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur dan dapat dibuktikan. Berbeda dengan pengetahuan ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke objek yang sama serta berkaitan secara logis. 13. Sebutkan beberapa persoalan yag harus dijawab dalam filsafat ilmu! Jawab persoalan yang harus dijawab dalam filsafat ilmu adalah pertanyaan landasan ontologis, pertanyaan landasan epistemologis dan pertanyaan landasan aksiologis. 14. Mengapa dikatakan bahwa filsafat adalah induk ilmu pengetahuan? Jawab Filsafat disebut sebagai induk ilmu pengetahuan karena dari filsafatlah lahirlah ilmu- ilmu modern dan kontemporer berkembang sehingga manusia dapat menikmati ilmu sekaligus buahnya yaitu tekhnologi. 15. Sebutkan tujuan filsafat ilmu! Jawab Tujuan filsafat ilmu adalah Mendalami unsur- unsur pokok ilmu sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan ilmu diberbagai bidang, sehingga kita mendapat gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara historis Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi diperguruan tinggi terutama untuk membedakan persoalan yang ilmiah dan nonilmiah Mendorong para calon ilmuwan untuk konsisten dalam mendalami dan mengembangkannya Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan. 16. Filsafat memiliki dua objek kajian, sebutkan dan jelaskan! Jawab Objek kajian filsafat adalah objek material dan objek formal, yang dimaksud dengan objek material adalah segala yang ada yang tampak maupun yang tidak tampak sedangkan objek formal filsafat adalah sudut pandang yang menyeluruh, radikal, dan rasional tentang segala yang ada, 17. Sebutkan tokoh- tokoh filsafat ilmu! Jawab Tokoh- tokoh filsafat ilmu diantaranya adalah Rene Descrates, John Locke, Plato, dan Aristoteles 18. Siapakah tokoh yang diberi gelar Bapak Filsafat Modern? Jawab Bapak Filsafat Modern adalah Descrates 19. Sebutkan metode yang diperkenalkan Desrates dalam dunia filsafat! Jawab Metode yang diperkenalkan oleh Descrates adalah metode keraguan. 20. Jelaskan yang dimaksud oleh Descrates sebagai metode keraguan! Jawab Metode keraguan yang dimaksudkan oleh Descrates adalah keraguan metodis yang dilakukan dengan meragukan segala hal. Jika semua hal telah diragukan kebenarannya maka apa yang masih tinggal yang tidak dapat diragukan?. Descrates mengatakan bahwa lewat keraguan seseorang dapat sampai pada kebenaran. 21. Jelaskan metode yang dipakai dalam berfilsafat! Jawab Metode yang dipakai dalam berfilsafat adalah dialektika yaitu suatu kaji telik konseptual dengan menunjukkan berondongan pertanyaan, sejumlah jawaban, dan membangun berbagai implikasi dari jawaban- jawaban itu. 22. Dalam ilmu filsafat dikenal istilah epistemologi. Apakah yang dimaksud dengan epistemologi? Jawab Epistemologi adalah cabang filsafat yang mengkaji sumber- sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan. 23. Sebutkan pertanyaan pokok dalam epistemologi! Jawab pertanyaan pokok dalam epistemologi adalah “ apa yang dapat saya ketahui”? 24. Sebutkan persoalan- persoalan dalam epistemologi! Jawab persoalan- persoalan dalam epistemologi adalah Apakah pengetahuan itu? Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu Darimana pengetahuan itu dapat diperoleh Bagaimanakah validitas pengetahuan itu dapat dinilai Apa perbedaan antara pengetahuan a priori pengetahuan pra- pengalaman dengan pengetahuan a posteriori pengetahuan purna pengalaman? Apa perbedaan di antara kepercayaan, pengetahuan, pendapat, fakta, kenyataan, kesalahan, bayangan, gagasan, kebenaran, kebolehjadian, dan kepastian. 25. Sebutkan teori kebenaran dalam epistemologi! Jawab teori kebenaran dalam epistemologi adalah Teori kebenaran koherensi, teori kebenaran korespondensi, dan teori kebenaran teori kebenaran pragmatis. 26. Apakah yang dimaksud dengan teori ilmiah? Jawab Teori ilmiah adalah suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. 27. Apakah yang dimaksud dengan teori kebenaran koherensi, teori kebenaran korespondensi dan teori kebenaran pragmatis? Jawab yang dimaksud dengan Teori kebenaran koherensi adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan- penyataan sebelumnya yang dianggap benar Teori kebenaran korespondensi adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bilamana materi pengetahuan yang dikandung dalam pernyataan itu berkorespondensi atau berhubungan dengan objek atau fakta yang diacu oleh pernyataan tersebut Teori kebenaran pragmatis adalah yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu dianggap benar bilamana pernytaan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia 28. Secara sederhana teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama. Sebutkan! Jawab teori ilmiah syarat utamanya adalah Harus konsisten dengan teori- teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan Harus cocok dengan fakta- fakta empiris sebab teori yang bagaimanapun konsistennya sekiranya tidak didukung oleh p 29. Apakah yang dimaksud dengan logika ilmiah? Jawab Logika ilmiah adalah gabungan antara logika deduktif dan logika induktif dimana rasionalisme dan empirisme hidup berdampingan. 30. Apakah yang dimaksud dengan hipotesis Jawab Hipotesis adalah dugaan atau jawaba sementara terhadap masalah yang sedang kita hadapi. 31. Jelaskan fungsi hipotesa dalam filsafat! Jawab Fungsi Hipotesa dalam filsafat adalah sebagai penunjuk jalan yang memungkinkan kita untuk mendapatkan jawaban karena alam itu sendiri membisu dan tidak responsif terhadap pertanyaan- pertanyaan. 32. Sebutkan tiga manfaat mempelajari filsafat! Jawab Manfaat mempelajari filsafat adalah Mendapatkan jawaban baru karena orang yang berfilsafat selalu mencari jawaban yang baru dan tidak pernah puas dengan jawaban yang tidak menggunakan logika. Menunjukkan bahwa ide- ide falsafi memiliki relevansi dengan persoalan masa kini. Beberapa bidang pengetahuan berkembang terus dengan tradisi filsafat seperti epistemologi, logika, moral, politik dan estetika. Tanpa tradisi filsafat bidang- bidang ini akan sulit berkembang, Untuk menjadikan diri kita lebih memiliki kesadaran, lebih kritis, lebih cerdas daan lebih bijaksana. Karena tugas utama filsafat adalah merefleksi dan mengintegrasikan hasil- hasil investigasi dalam berbagai bidang untuk membangun pemahaman utuh, berkesinambungan, menyeluruh dan komprehensif. 33. Dalam berfilsafat kita mengenal istilah Ontologi, epistemologi, dan dan axiologi. Apakah yang dimaksud dengan hal tersebut! Jawab Yang di maksud dengan Ontology adalah hakikat realita Epistemology adalah hakikat pengetahuan Axiology adalah hakikat nilai apa yang baik dan yang buruk 34. Siapakah tokoh yang pertama kali memperkenalkan Ontologi dalam filsafat? Jawab tokoh yang memperkenalkan Ontologi adalah Rudolf Goclenus pada tahun 1663 M 35. Jelaskan secara ringkas tentang keberadaan ontologi dalam filsafat! Jawab ontologi merupakan salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. 36. Sebutkan tokoh- tokoh filsafat yang memiliki pandangan yag bersifat Ontologis Jawab tokoh filsafat yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis adalah Thales, Plato, dan Aristoteles 37. Sebutkan paham yang muncul pada pendekatan ontologi dalam filsafat! Jawab paham yang muncul pada pendekatan ontologi dalam filsafat adalah Paham Monisme yang terpecah menjadi idealisme dan spritualisme, paham dualisme, dan pluralisme. 38. Sebutkan istilah- istilah penting yang terkait dengan Ontologi! Jawab istilah penting yang terkait dengan ontologi adalah yang ada “ being”, kenyataan/ realitas reality, eksistensi existence, esensi essence, substansi subtance, perubahan change, tunggal one, dan jamak many. 39. Aksiologi disamakan dengan Value dan valuation. Sebutkan 3 bentuk value atau valuation! Jawab bentuk Value atau valuation adalah Nilai, sebagai suatu kata benda abstrak. Nilai sebagai kata benda konkret Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai, dan dinilai. 40. Berfilsafat adalah berfikir secara radikal. Apakah maksud pernyataan tersebut? Jawab Berfikir secara radikal adalah memikirkan suatu masalah sampai keakar- akarnya dengan memberikan argumen yang bernalar. 41. Kemukakan pendapat Plato dan Aristoteles tentang pengertian berfikir! Jawab Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa berfikir adalah berbicara dalam batin mempertimbangkan, menganalisis, membuktikan sesuatu, dan menarik suatu kesimpulan. 42. Alur berfikir tercakup dalam metode ilmiah yang dapat dijabarkan dalam beberapa langkah. Uraikan langkah- langkah tersebut! Jawab Langkah- langkah dalam alur berfikir yag sesuai dengan metode ilmiah adalah Perumusan masalah yang merupakan pertanyaan- pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas batas- batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor- faktor yang terkait didalamnya Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesa yang merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan fakta- fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta- fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak Penarikan kesimpulan yang merupakan penilaian pakah sebuah hipotesis yang diajukan ditolak atau diterima. 43. Jelaskan pendapat Socrates tentang metode yang dapat dipakai dalam berfilsafat! Jawab Menurut Socrates 469- 399 M metode yang dapat dipakai dalam berfilsafat adalah dialektika, hal ini merupakan cara terbaik untuk mendapatkan pengetahuan karena dialektika mengantarkan seseorang untuk berlogika dengan pembicaraan yang teratur dengan memainkan peranan seseorang untuk memberi umpan sebagai rangsangan kepada seseorang untuk difikirkan secara serius. 44. Filsafat sebagai kajian atau disiplin ilmu dapat diurai dalam beberapa bagian. Sebutkan! Jawab Filsafat dapat diurai menjadi beberapa bagian yaitu logika, metafisika, epistemologi dan etika. 45. Apakah yang dimaksud dengan logika, metafisika, epistemology dan etika dalam Filsafat? Jawab Yang di maksud dengan Logika dalam filsafat adalah bagian dari filsafat yang secara sistematis membahas aturan- aturan berargumentasi secara bernalar. Metafisika menurut Aristoteles adalah prinsip- prinsip yang paling universal yang kemudian diartikan sebagai sesuatu di luar kebiasaan beyond nature atau dibelakang pengalaman langsung manusia immediate experience . Epistemologi adalah cabang filsafat yag mengkaji sumber- sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan. Etika adalah perbincangan moralitas yakni apa yang benar dan salah sebagaimana dipersepsi manusia. 46. Sebutkan komponen- komponen Logika! Jawab Komponen- komponen logika adalah pengetahuan, konsep dan ide 47. Jelaskan fungsi logika dalam filsafat! Jawab funggsi logika adalah menemukan hukum atau aturan- aturan yang harus dipatuhi untuk mencapai ketetapan dalam berfikir. 48. Sebutkan jenis- jenis logika! Jawab jenis- jenis logika adalah logika Deduktif dan logika induktif 49. Apakah yag dimaksud dengan logika deduktif dan deduktif? Jawab Logika deduktif dan logika induktif adalah Logika deduktif adalah logika yang memproses pikiran baik secara langsung maupun tidak langsung berdasarkan atas pernyataan umum yang sudah lebih dahulu diketahui, Logika induktif adalah logika yang memproses pengetahuan berdasarkan fakta- fakta khusus yang diperoleh dari pengetahuan indrawi yang diperoleh melalui pengamatan. 50. Penalaran ilmiah merupakan sintesis antara penalaran logika deduktif dan logika induktif! Sebutkan karakteristik utama dalam logika deduktif dan induktif! Jawab karakter tersebut adalah Dilakukan dengan sabar Bertujuan mencapai kebenaran ilmiah Bersifat rasional/ empiris Sistematis/ analitis Kesimpulan yang dihasilkan tidak mempunyai kebenaran mutlak. 51. Bagaimanakah proses penalaran logika menurut John Dewey? Jawab Lima langkah pokok dalam penalaran logika adalah Mengenali dan merumuskan masalah Menyusun kerangka berfikir Perumusan hipotesis Menguji hipotesis Menarik kesimpulan 52. Penalaran logika tidak pernah sempurna secara mutlak, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebutkan faktor tersebut! Jawab Faktor yang mempengaruhunya adalah Manusia yang tidak sempurna selalu ada kemungkinan keliru dalam mengamati fakta serta dalam melaksanakan proses rasional Instrumen yang digunakan yang mungkin tidak memiliki validitas dan reabilitas yang memadai Proses analisis data yang tidak tepat Bidang kajian yang kompleks dan terus berubah 53. Christian Wolf 1679- 1754 M membagi metafisika menjadi dua. Sebutkan! Jawab Metafisika dibagi menjadi 2 yaitu Metafisika umum dan Metafisika khusus. 54. Jelaskan apa yang dimaksud dengan metafisika umum dan metafisika khusus! Jawab yang dimaksud dengan Metafisika umum adalah cabang filsafat yang membicarakan prinsip yang paling dasar atau paling dalam dari segala sesuatu yang ada. Metafisika khusus adalah ontologi yang membahas secara khusus tentang Kosmologi, Psikologi dan Teologi 55. Metafisika khusus dibagi menjadi 3 yaitu Kosmologi, Psikologi dan Teologi. Jelaskan 3 pembagian tersebut! Jawab yang dimaksud dengan Kosmologi, Psikologi dan Teologi adalah Kosmologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan alam semesta Psikologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang jiwa manusia Teologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membicarakan tentang Tuhan. 56. Persoalan metafisis dibedakan menjadi 3 kelompok. Sebutkan! Jawab persoalan metafisis dibagi dalam 3 kelompok yaitu persoalan ontologi, kosmologi dan antropologi. 57. Sebutkan objek metafisika menurut Aristoteles! Jawab objek Metafisika menurut Aristoteles adalah Ada sebagai yang ada yaitu pengetahuan yang mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni- murninya bahwa suatu benda itu sungguh- sungguh ada dalam arti kata tidak terkena perubahan yang bisa ditangkap panca indera Ada sebagai yang Ilahi yaitu keberadaan yang mutlak yang tidak tergantung pada yang lain yakni Tuhan 58. Sebutkan pertanyaan pokok dalam metafisika! Jawab pertanyaan pokok dalam metafisika adalah “ apakah ada itu?” 59. Jelaskan pengertian berfikir menurut para ahli! Jawab Pengertian berfikir menurut beberapa ahli adalah Menurut Partap Singh berfikir adalah suatu kegiatan jiwa untuk mencapai pengetahuan sedangkan menurut Gielas berfikir adalah berbicara dengan dirinya sendiri dalam bahasa latin yaitu mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis, membuktikan sesuatu, menunjukkan alasan- alasannya, menarik kesimpulan, meneliti suatu jalan pikiran, mencari bagaimana hal itu berhubungan satu sama lain. 60. Orang yang berfilsafat maka akan berfikir secara bijaksana. Apakah yang dimaksud dengan berfikir bijaksana? Jawab Yang dimaksud dengan berfikir bijaksana adalah berfikir dengan selalu menggunakan akalbudinya yaitu pengalaman dan pengetahuan, arif, tajam pikiran, cermat dan teliti apabila menghadapi kesulitan. 61. Dalam pemahaman Ontologi dapat ditemukan pandangan- pandangan pokok. Sebutkan! Jawab Pandangan- pandangan pokok dalam ontologi adalah Monoisme, dan Dualisme, 62. Sebutkan tokoh dalam aliran monoisme dan aliran dualisme! Jawab Tokoh dalam aliran Monoisme adalah Thomas Davidson dan tokoh dalam aliran dualisme adalah Decrates 63. Dalam upaya menginterpretasi masalah dikenal tiga cara yang lazim untuk ditempuh. Sebutkan! Jawab Cara yang dapat ditempuh dalam menginterpretasi makna adalah analisis, evaluasi dan sintesis. 64. Bagaimanakah prosedur metode analisis yang digunakan dalam filsafat! Jawab Prosedur Metode analisis yang digunakan dalm filsafat adalah Berangkat dari keragu- raguan metodis maka diyakini tidak ada yang diyakini benar. Karena itu kita tidak boleh tergesa-gesa dan berprasangka. Kita hanya menerima kebenaran yang betul- betul sejalan dengan akal. Urailah materi yang telah ditelaah itu menjadi beberapa bagian untuk membantu memecahkan persoalan, Berfikir dengan memahami sesuatu atau bagian yang mudah dan sederhana terus bergerak memahami sesuatu yang lebih kompleks dan relatif. Maka sampailah pada sesuatu yang bersifat universal sebagai suatu kepastian. 65. Jelaskan pengertian ilmu pengetahuan! Jawab Ilmu pengetahuan adalah suatu kesadaran penuh dari suatu kebenaran mengenai sesuatu yang bersifat praktis, sesuatu kesadaran yang teratur, tersusun tentang apapun yang secara defenisi dapat diterima sebagai realitas. 66. Sebutkan sumber pengetahuan! Jawab Pada dasarnya pengetahuan bersumber pada empat macam sumber yaitu pengetahuan yang langsung diperoleh, pengetahuan yang didapat dari hasil suatu konklusi, pengetahuan yang diperoleh dari kesaksian dan otoritas, dan pengetahuan yang diperoleh melalui indera. 67. Sebutkan tokoh- tokoh pengetahuan modern! Jawab Tokoh- tokoh pengetahuan modern adalah Leonardo da Vinci, Nicoulas Copernicus, Johanes Kepler, dan Galileo Galilei. 68. Bagaimanakah cara memperoleh pengetahuan dalam kajian filsafat? Jawab Dalam kajian filsafat para filosof memunculkan pemikirannya berdasarkan logikanya sendiri sehingga muncullah beberapa aliran- aliran, sedikitnya 5 aliran yaitu Empirisme, Rasionalisme, Intusionisme, Skeptisme, Kritisisme atau Transendentalisme. 69. Pada zaman Yunani Kuno muncul filosof alam, jelaskan awal mula munculnya filosof alam! Jawab Filosof alam pertama kali dikaji oleh Thales, Ia digelari bapak Filsafat karena dialah orang yang pertama berfilsafat dan mempertanyakan apa sebenarnya asal- usul alam semesta ini. 70. Siapakah filosof alam yang cukup berpengaruh dalam filsafat? Jawab Filosof alam yang berpengaruh tersebut adalah Parmenides 515- 440 SM 71. Jelaskan latar belakang munculnya kaum Sofis! Jawab Kaum sofis muncul karena munculnya masa transisi yakni penelitian terhadap alam tidak menjadi fokus utama tetapi sudah mulai menjurus pada penyelidikan mengenai manusia. 72. Siapakah tokoh utama kaum sofis? Jawab tokoh utama kaum sofis adalah Protagoras 481- 411 SM, 73. Sebutkan pendapat kaum sofis dalam filsafat! Jawab Pendapat kaum sofis dalam filsafat bahwa manusia adalah ukuran kebenaran. 74. Jelaskan pengaruh positif gerakan kaum Sofis! Jawab pengaruh positif gerakan kaum Sofis adalah mereka membangkitkan semangat berfilsafat, dan mengigatkan filosof bahwa persoalan pokok dalam filsafat bukanlah alam melainkan manusia. 75. Pada masa siapakah puncak kejayaan Filsafat Yunani? Jawab Puncak kejayaan filsafat Yunani terjadi pada masa Aristoteles 384- 322 SM 76. Mengapa Aristoteles dianggap sebagai bapak Ilmu pengetahuan? Jawab Aristoteles dianggap sebagai bapak ilmu pengetahuan karena Ia mampu meletakkan dasar dan metode ilmiah secara sistematis. Dan Aristoteles pulalah yang pertama kali membagi filsafat pada hal yang bersifat teoritis dan praktis. 77. Sebutkan pemikiran- pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles! Jawab pemikiran yang dikemukakan oleh Aristoteles dikenal dengan istilah logika Aristoteles yang berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut dengan Silogisme. 78. Jelaskan fungsi matematika dalam filsafat ilmu! Jawab fungsi Matematika dalam filsafat ilmu adalah merupakan sarana ilmiah yang terpenting dan akurat karena dengan pendekatan Matematikalah ilmu dapat diukur denga benar dan akurat. 79. Dalam filsafat terdapat beberapa aliran yang cukup berpengaruh. Sebutkan! Jawab Aliran yang terdapat dalam filsafat yaitu Rasionalisme, Empirisme, Positivisme, dan Kritisisme 80. Uraikan secara singkat tentang aliran Rasionalisme! Jawab Aliran Rasionalisme adalah aliran yang meyakini haya rasio atau akal yang menjadi dasar kepastian. Rasionalisme tidak menyangkal fungsi indera sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, namun indera hanya diperlukan untuk merangsang dan memberikan pada rasio bahan- bahan agar rasio dapat bekerja. Rasio mengatur bahan dari indra sehingga terbentuklah pengetahuan yang benar. Akan tetapi keberadaan indra tidak mutlak bagi rasio karena rasio dapat menghasilkan pengetahuan yang tidak berasal dari indra seperti terlihat dalam matematika. 81. Siapakah tokoh aliran Rasionalisme? Jawab Tokoh aliran Rasionalisme adalah Plato dan Descrates 82. Kemukakan pendapat Descrates tentang alam semesta! Jawab Descrates berpendapat bahwa alam semesta dan rahasianya dapat dipahami melalui penemuan hukum- hukum dengan jalan eksperimen 83. Uraikan secara singkat tentang aliran Empirisme! Jawab Aliran Empirisme adalah aliran yang menjadikan pengalamaan indera sebagai sumber kebenaran. 84. Siapakah tokoh utama dan pelopor dari aliran Empirisme? Jawab Tokoh dari aliran Empirisme adalah John Locke 85. Uraikan secara singkat tentang aliran Positivisme! Jawab Aliran Positivisme adalah suatu aliran yang ingin membersihkan ilmu dari spekulasi- spekulasi yang tidak dapat dibuktikan secara postif. 86. Siapakah tokoh utama aliran Positivisme? Jawab Tokoh aliran Positivisme adalah Auguste Comte 87. Bagaimanakah pandangan Auguste Comte tentang Positivisme? Jawab Auguste Comte berpendapat bahwa Positivisme adalah puncak dalam perkembangan pemikiran manusia. 88. Comte membagi perkembangan pemikiran manusia dalam tiga tahap. Sebutkan! Jawab Tahap tersebut adalah Tahap mistik- teologis, Tahap metafisika dan Tahap Positif 89. Aliran Positivisme Comte dikemudian hari dikembagkan lebih lanjut oleh para pemikir yang dikenal denga lingkaran Wina yang didirikan pada tahun 1924. Sebutkan beberapa anggota kelompok Wina! Jawab Anggota kelompok Wina adalah Moritz Schlick, Hans Hahn, Otto Newrath, Hans Reichenbach, dan Victor Kraft. 90. Jelaskan tujuan kelompok Wina memperbaharui positivisme klasik ciptaan Comte! Jawab kelompok ini bertujuan untuk memperbaharui positivisme klasik ciptaan Comte dan memperbaiki kekurangan- kekurangannya. 91. Sebutkan nama lain dari Wina! Jawab Nama lain dari Wina adalah Neopositivisme, Positivisme logis dan empirisme logis. 92. Kemukakan pokok- pokok pikiran kelompok Wina! Jawab Pokok- pokok pikiran kelompok Wina yaitu dalam persoalan ilmu. Kelompok ini mengemukakan bahwa Sumber pengetahuan adalah pengalaman tentang data- data indrawi Dalil- dalil matematika yang tidak dihasilkan melalui pengalaman diakui keberadaannya dan digunakan untuk mengolah data pengalaman indrawi Pernyataan- pernyataan yang dinyatakan bermakna jika terbuka untuk diverivikasi dibuktikan secara empiris, pernyataan- pernyataan yang tidak dapat diverifikasi seperti etika, estetika, dan metafisika dinyatakan sebagai pernyataan yang tidak bermakna Menolak pembedaan ilmu- ilmu alam dan ilmu- ilmu sosial Berupaya mempersatukan semua ilmu di dalam suatu bahasa ilmiah yang bersifat universal. 93. Uraikan secara singkat tentang aliran Kritisme! Jawab aliran ini muncul yag merupakan perlawanan terhadap filsuf sebelumnya yaitu perlawanan terhadap dogmatisme. 94. Siapakah tokoh dalam aliran Kritisisme! Jawab Tokoh aliran ini adalah Immanuel Kant 95. Kemukakan pendapat kelompok Wina tentang pembicaraan filsafat ilmu! Jawab Kelompok Wina beranggapan bahwa pembicaraan tentang filsafat ilmu pada hakikatnya adalah pembicaraan tentang logika ilmu. Oleh karena itu harus disusun berdasarkan analogi logika formal yang menekankan bentuk, bukan isi proposisi dan argumen. 96. Sebutkan objek kajian formal filsafat menurut Kant! Jawab Kant mengemukakan bahwa objek kajian formal filsafat yaitu Kenyataan manusia yang hidup filsafat manusia Yang hidup di dunianya filsafat alam, kosmologi Mengembara menuju akhirat filsafat ketuhanan Susunan dasar terdalam dari segala yang ada metafisika atau ontologi Disadari atau diketahui filsafat pengetahuan Keterarahan atau penujuan etika 97. Aristoteles membagi filsafat menjadi 2 aspek. Sebutkan pembagian tersebut! Jawab pembagiannya yaitu aspek teoritis dan aspek praktis 98. Apakah yang dimaksud dengan zaman Reinasans? Jawab Zaman Rainasans adalah zaman yang keadaan manusia Barat berfikiran lebih maju dan secara perlahan melepaskan diri dari kungkungan otoritaskekuasaan gereja yang telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu. 99. Sebutkan beberapa tokoh- tokoh filsafat Islam! Jawab Tokoh- tokoh filsafat Islam adalah Al- Kindi, Al- Razi, Al- Farabi, Al- Ghazali, Ibnu Thufail 100. Pertanyaan- pertanyaan apakah yang ditelaah dan dicoba untuk dijawab oleh Fisafat? Jawab Immanuel Kant filsuf besar Jerman menyebutkan 4 pertanyaan pokok, yaitu Apa yang dapat saya ketahui? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang dapat saya harapkan? Apakah manusia itu?
Sebagai manusia, kita sering sekali bertanya pada diri sendiri mengenai kehidupan atau mengenai keadaan alam semesta dan sekitarnya. Berbagai pertanyaan yang diajukan ini sebenarnya bertujuan untuk melatih daya pikir sekaligus untuk menganalisis keberadaan kita di dunia. Seringkali, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ini bersifat filosofis sehingga sulit ditemukan jawabannya, karena pemikiran manusia pada dasarnya juga bersifat terbatas. Filosofi atau sering juga disebut sebagai Filsafat merupakan sebuah disiplin ilmu yang ingin mencoba memahami keberadaan manusia dan dunia. Manusia dan alam semesta sebenarnya berada di sekitar kita setiap harinya, tapi sayangnya masih banyak sekali pertanyaan yang tersembunyi tentang keduanya, yang ternyata sulit ditemukan jawabannya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan filsafat yang bisa bikin kamu berpikir keras untuk menemukan jawabannya. Baca selengkapnya terkait aliran filsafat. Kumpulan Pertanyaan Filsafat yang Sulit Dijawab tentang Manusia dan Alam Semesta 1. Apa rahasia untuk menjadi manusia yang bahagia? Pertanyaan ini telah banyak diajukan kepada para ilmuwan di masa lalu yang tentunya belum terpecahkan dan belum ditemukan jawabannya sampai sekarang. Perlu dipahami bahwa kebahagiaan sebenarnya memiliki arti atau makna yang berbeda-beda, tergantung dari bagaimana kita menilainya. Perbedaan pendapat mengenai kebahagiaan inilah yang akhirnya membuat kita juga kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. 2. Apakah takdir itu nyata? Dalam hidup, kita mungkin sering merasa bahwa kita sedang berada di tempat dan waktu yang tepat. Apakah ini bisa disebut sebagai takdir atau hanya kebetulan belaka? Apakah hidup kita saat ini sedang dikendalikan oleh sesuatu yang kekuatannya lebih tinggi dari alam semesta? Sebagian orang berpikir bahwa itu adalah kehendak ataupun takdir Tuhan, tapi ada juga sebagian orang yang tidak percaya konsep ketuhanan. Pada dasarnya, kita tidak akan menemukan jawaban yang universal terkait pertanyaan ini karena semua manusia memiliki pendapatnya masing-masing. 3. Apakah Tuhan itu ada? Pertanyaan ini akan kembali lagi kepada konsep Ketuhanan, ada sekelompok manusia yang percaya, namun ada juga yang tidak. Pada dasarnya, ilmu sains sendiri belum menemukan bukti apapun yang bisa menyatakan keberadaan Tuhan, hal inilah yang tentunya dipercaya secara logis oleh beberapa orang Atheis. Tapi bagi orang yang menganut agama atau kepercayaan resmi di suatu negara, mereka mempercayai dan meyakini bahwa Tuhan memang hidup dalam hati mereka dan mengatur segala peristiwa yang terjadi dalam hidup mereka. 4. Apakah teori Big Bang itu nyata? Teori Big Bang merupakan sebuah teori yang menyatakan bahwa alam semesta dimulai dari satu titik yang berhawa panas dan padat, yang kemudian mengembang dan membentang jauh hingga membentuk alam semesta. Meskipun sudah banyak ilmu sains yang mencoba menjawab teori ini, tapi pemikiran manusia pada dasarnya hampir tidak mungkin memahami keseluruhan teori Big Bang secara utuh. Tanpa disadari, pertanyaan ini justru akan mengarahkan kita untuk merenungkan sesuatu yang jawabannya sangat rumit untuk divisualisasikan karena sangat berlawanan dengan intuisi manusia. Baca juga Teori Terbentuknya Alam Semesta 5. Apakah ada objektivitas dalam kehidupan? Objektivitas merupakan sebuah penilaian terhadap sesuatu yang buktinya bisa dilihat secara nyata dan tidak bersifat individual. Tapi dalam kehidupan, manusia sejatinya lebih suka membangun realitasnya sendiri. Hal ini membuat penilaiannya terhadap sesuatu akan bersifat subjektif. Subjektivitas ini bisa digambarkan sebagai asumsi, persepsi, atau interpretasi yang dipengaruhi oleh pengalaman, pikiran, atau perasaan, tanpa harus mengandalkan bukti atau fakta tertentu. 6. Apakah manusia bisa menghentikan pemanasan global? Perjanjian Paris tahun 2015 merupakan perjanjian pertama yang membahas mengenai perlindungan iklim dan cara untuk melawan adanya pemanasan global. Ada banyak cara yang dianggap bisa membantu, seperti menurunkan suhu ruangan sebanyak dua derajat celcius, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan masih banyak lagi. Tapi, apakah semua cara ini bisa benar-benar dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia? Bagaimana jika kita terlambat dan pemanasan global sudah terlanjur meluas? Apakah ada tindakan atau cara-cara baru yang lebih efektif untuk menangani hal ini? Sayangnya, berbagai pertanyaan ini belum bisa dijawab dengan tepat. Akibatnya, dampak dari pemanasan global pun perlahan-lahan mulai terasa. Dari berbagai pertanyaan ini, bisa disimpulkan bahwa alam semesta memang tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Pasalnya, masih ada banyak sekali rahasia yang tersembunyi dan belum terungkap sampai sekarang, bahkan oleh para ilmuwan maupun ahli sains sekalipun. Meskipun sulit, mempelajari tentang manusia dan alam semesta sebenarnya menjadi sangat menarik, karena kita akan menemukan banyak hal baru diluar pemikiran kita yang akan membantu memperluas wawasan dan sudut pandang yang kita miliki. Salah satu buku yang bisa menjadi referensi untuk mengetahui seluk beluk alam semesta adalah buku Kosmos Aneka Ragam Dunia yang ditulis oleh Ann Druyan. Buku ini sebenarnya merupakan buku lanjutan dari sebuah petualangan besar yang sebelumnya diawali oleh Carl Sagan dalam bukunya yang berjudul Kosmos. Melalui buku Kosmos Aneka Ragam Dunia, penulis akan memberikan kita gambaran mengenai seberapa luasnya alam semesta yang kita tinggali saat ini. Kita juga akan diajak membayangkan bagaimana kehidupan manusia di masa depan jika teknologi dan ilmu sains sudah semakin berkembang. Buku dengan tebal 420 halaman ini tidak hanya akan membahas soal betapa luasnya alam semesta, tapi juga mengajarkan bagaimana merawat dan menjaga alam semesta, karena manusia pada dasarnya bukanlah satu-satunya makhluk yang menetap dan tinggal disana. Buku ini bisa kamu beli dan dapatkan melalui Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya. promo diskon
5 Pertanyaan tentang Filsafat Pertanyaan dari mbak Yulia Linguistika, tentang Filsafat Ilmu Pertanyaan no. 1 Mengapa filsafat ada/harus/dipelajari dalam pendidikan? Jawab Filsafat dan Pendidikan. Keduanya merupakan suatu yang saling berhubungan dimana filsafat itu adalah pendidikan begitu juga pendidikan adalah filsafat. Istilah filsafat berasal dari dua kata Yunani yaitu philos yang berarti berarti kecintaan, senang, suka dan sophia yang berarti pengetahuan, hikmah, kebijaksanaan. Dengan berdasarkan hal tersebut, istilah filsafat bisa diartikan sebagai perihal mencintai kebijaksanaan atau mencintai ilmu. Selain itu bahwa Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Sedangkan pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah kemudian perguruan tinggi, universitas. Dari hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam sampai keakar-akarnya mengenai pendidikan munculah filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan merupakan terapan filsafat dalam pendidikan. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan bukan hanya berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi permasalahan yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan dari yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Filsafat itu akan menjawab tiga pertanyaan dasar Pertama, apakah pendidikan itu. Kedua, apa tujuan pendidikan itu. Ketiga, dengan metode atau cara apakah tujuan pendidikan dapat tercapai. Pertanyaan no. 2 Bagaimana filsafat memandang idealism dalam pendidikan? Jawab dalam hubungannya dengan pendidikan, idealisme memberikan sumbangan yang besar terhadap teori perkembangan pendidikan, khususnya filsafat pendidikan. Filsafat idealisme diturunkan dari filsafat metafisik yang menekankan pertumbuhan rohani. Kaum idealis percaya bahwa anak merupakan bagian dari alam spiritual, yang memiliki pembawaan spiritual sesuai potensialitasnya. Oleh karena itu, pendidikan harus mengajarkan hubungan antara anak dengan bagian alam spiritual. Pendidikan harus menekankan kesesuian batin antara anak, dan alam semesta. Menurut filsafat idealisme, pendidikan harus tetap terus eksis sebagai lembaga untuk proses pemasyarakatan manusia dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan tidak sekedar kebutuhan alam semesta. Pendidikan merupakan pertumbuhan ke arah tujuan pribadi manusia yang ideal. Pendidik yang idealisme mewujudkan sedapat mungkin watak yang terbaik. Pendidik harus memandang anak sebagai tujuan, bukan sebagai alat. Metode yang digunakan oleh aliran idealisme adalah metode dialektik. Metode mengajar dalam pendidikan hendaknya mendorong siswa untuk memperluas cakrawala, mendorong berfikir reflektif, mendorong pilihan-pilihan moral, memberikan keterampilan-keterampilan berfikir logis, memberikan kesempatan menggunakan pengetahuan untuk masalah-masalah moral dan sosial, meningkatkan minat terhadap isi mata pelajaran, dan mendorong siswa untuk menerima nilai-nilai peradaban manusia. Guru dalam sistem pengajaran menurut aliran idealisme berfungsi sebagai 1 Guru adalah personifikasi dari kenyataan anak didik. Artinya, guru merupakan wahana atau fasilitator yang akan mengantarkan anak didik dalam mengenal dunianya lewat materi-materi dalam aktifitas pembelajaran. Untuk itu, penting bagi guru memahami kondisi peserta didik dari berbagai sudut, baik mental, fisik, tingkat kecerdasan dan lain sebagainya. 2 Guru harus seorang spesialis dalam suatu ilmu pengetahuan dari siswa. Artinya, seorang guru itu harus mempunyai pengetahuan yang lebih dari pada anak didik. 3 Guru haruslah menguasai teknik mengajar secara baik. Artinya, seorang guru harus mempunyai potensi pedagogik yaitu kemampuan untuk mengembangkan suatu model pembelajaran, baik dari segi materi dan yang lainnya. 4 Guru haruslah menjadi pribadi yang baik, sehingga disegani oleh murid. Artinya, seorang guru harus mempunyai potensi kepribadian yaitu karakter dan kewibawaan yang berbeda dengan guru yang lain. 5 Guru menjadi teman dari para muridnya. Artinya, seorang guru harus mempunyai potensi sosial yaitu kemampuan dalam hal berinteraksi dengan anak didik. Pertanyaan no. 3 Bagaimana filsafat memandang realism dalam pendidikan? Jawab Menurut realisme kemampuan dasar dalam proses kependidikan yang dialami lebih ditentukan perkembangannya oleh pendidikan atau lingkungan sekitar, karena empiris pengalaman pada hakikatnya yang membentuk manusia. Pendidikan dalam realisme memiliki keterkaitan erat dengan pandangan John Locke bahwa akal pikiran jiwa manusia tidak lain adalah tabularasa, ruang kosong tak ubahnya kertas putih kemudian menerima impresi dari lingkungan. Dalam hubungannya dengan pendidikan, pendidikan harus universal, seragam, dimulai sejak pendidikan yang paling rendah, dan merupakan suatu kewajiban. Pada tingkat pendidikan yang paling rendah, anak akan menerima jenis pendidikan yang sama. Pembawaan dan sifat manusia sama pada semua orang. Oleh karena itulah, metode, isi, dan proses pendidikan harus seragam. Namun, manusia tetap berbeda dalam derajatnya, di mana ia dapat mencapainya. Oleh karena itu, pada tingkatan pendidikan yang paling tinggi tidak boleh hanya ada satu jenis pendidikan, melainkan harus beraneka ragam jenis pendidikan. Inisiatif dalam pendidikan terletak pada pendidik bukan pada peserta didik. Materi atau bahan pelajaran yang baik adalah bahan pelajaran yang memberi kepuasan pada minat dan kebutuhan pada peserta didik. Namun, yang paling penting bagi pendidik adalah bagaimana memilih bahan pelajaran yang benar, bukan memberikan kepuasan terhadap minat dan kebutuhan pada peserta didik. Memberi kepuasan terhadap minat dan kebutuhan siswa hanyalah merupakan alat dalam mencapai tujuan pendidikan, atau merupakan strategi mengajar yang bermanfaat. Realism dalam pendidikan merupakan kebutuhan dasar dan hak yang mendasar bagi manusia dan kewajiban penting bagi semua masyarakat untuk memastikan bahwa setiap anak dilahirkan dengan pendidikan yang baik. Menurut Power 1982, implikasi filsafat pendidikan realisme antara lain Tujuan penyesuaian hidup dan tanggung jawab sosial. Kurikulum komprehensif mencakup semua pengetahuan yang berguna berisi pentahuan umum dan pengetahuan praktis. Metode belajar tergantung pada pengalaman baik langsung atau tidak langsung. Metodenya harus logis dan psikologis. Metode pontiditioning Stimulua-Respon adalah metode pokok yang digunakan. Peran peserta didik adalah menguasai pengetahuan yang handal dapat dipercaya. Dalam hal disiplin, peraturan yang baik adalah esensial dalam belajar. Disiplin mental dan moral dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Peranan pendidik adalah menguasai pengetahuan, terampil dalam teknik mengajar dan dengan keras menuntut prestasi peserta didik. Pertanyaan no. 4 Bagaimana filsafat mengenal mitos? Jawab Munculnya filsafat di Yunani, sering disebut orang sebagai The Greek Miracle keajaiban Yunani. Disebut sebagai keajaiban, karena sulitnya ditemukan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan yang bisa menerangkan dan menjawab pertanyaan kenapa filsafat lahirnya di Yunani. Namun demikian, tumbuh suburnya cerita-cerita mitos di tengah-tengah masyarakat Yunani bisa dianggap sebagai hal yang mempermudah lahirnya filsafat. Dimana unsur mitologi dapat dipandang menjadi faktor pemicu dan yang memudahkan bagi lahirnya filsafat seperti yang kita kenal sekarang. Segala sesuatu yang telah di dapat manusia yang bersifat tidak absolut, sulit dibuktikan kebenaranya atau yang berupa mitos. Sehingga manusia berusaha menggali lebih dalam tentang kebenaran sesuatu yang ia dapatkan dengan filsafat itu sendiri agar apa yang ia dapatkan itu bersifat logos. Dalam hal ini filsafat dikatakan sebagai upaya manusia untuk membebaskan diri dari belenggu-belenggu mitos dengan menggunakan logos. Oleh karena itu filsafat mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan pemikiran manusia dari masa kemasa, dan filsafat menduduki posisi yang sangat sentral dalam perkembangan pemikiran manusia dan memberikan kontribusi dalam merubah pola pikir manusia sejak abad ke -5 SM oleh karena itu filsafat juga memberi kontribusi dalam mengubah mitos ke logos. Dengan manusia berfikir secara mendalam dengan menggunakan filsafat, mereka bisa membongkar secara mendalam dan mendasar mengenai mitos-mitos yang ada, sehingga mereka tidak begitu saja percaya, tetapi mereka percaya dengan logos dan dengan bukti-bukti yang ilmiah yang mereka dapatkan dari berfikir dan berfilsafat. Filsafat juga berfungsi untuk membuktikan benar tidaknya mitos yang telah beredar dalam masyarakat. Dengan berfilsafat dan berfikir secara mendalam, kita akan memperoleh bukti-bukti ilmiah dan rasional, yang mana bukti tersebut dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran mitos tersebut dan mitos yang tidak terbukti kebenarannya akan ditinggalkan masyararakat, maka jelas dengan filsafat orang bisa merubah sesuatu yang tidak masuk akal menjadi masuk akal. Dahulu manusia hanya menerima secara mutlak segala sesuatu tanpa memikirkan atau mencari hakekat kebenaran dari sesuatu yang ia dapatkan itu. Contoh dulu manusia beranggapan bahwa manusia tidak bisa pergi ke luar angkasa, namun dengan berjalannya waktu serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang manusia dapat pergi ke luar angkasa. Pertanyaan no. 5 Bagaimana filsafat memandang kebebasan? Jawab Sartre mengatakan bahwa manusia adalah kebebasan. Kebebasan bagi Sartre berarti menentukan sebuah pilihan dari sekian banyak pilihan yang lain. Manusia pada dasarnya bebas untuk mengadakan suatu pilihan atas jalan hidupnya sendiri tanpa harus dipengaruhi oleh orang lain. Namum, kebebasan bukan berarti lepas sama sekali dari kewajiban dan beban. Menurut Sartre, kebebasan adalah sesuatu yang erat kaitannya dengan tanggung jawab, dan tidak bisa dipisahkan. Dengan demikian Sartre sebenarnya mau mengatakan bahwa sebenarnyakebebasanyang dimiliki oleh manusia itu juga mengandaikan adanya suatu tanggangjawab, kebebasan menuntut adanya suatu tangggungjawab. Tanggungjawab melekat pada kebebasan yang dimilikioleh manusia. Manusia dalam hidupnya seringkali dihadapkan pada suatu pilihan, pilihan hidup yang dihadapi oleh manusia itu seringkali membuat ia merasa cemas apalagi ketika pilihan itu menyangkut hidup atau mati manusia itu sendiri. Akan tetapi kecemasan yang seringkali dianggap oleh manusia sebagai sesuatu yang negatif itu sebenarnya menunjukkan suatu kebebasan yangdimiliki oleh manusia, setidaknya hal inilah yang dikatakan oleh Sartre. Sartre mengakui bahwa kecemasan ini jarang terjadi. Kecemasan ini jarang terjadi padamanusia karena manusia disibukkan dan terhanyut oleh segala urusan- urusan dalam rutinitas hidupnya sehari-hari. Akan tetapi meskipun ia disibukkan oleh urusan-urusannya pada suatu waktu tertentu manusia menyadari bahwa ia adalah pemegang keputusan dalam hidupnya dan hidupnya seluruhnya bergantung pada dirinya sendiri. Manusia menyadari bahwa ia sendirilah sumber segala nilai dan makna. Karena kesadaran bahwa ia merupakan sumber nilai dan makna bagi dirinya ada pada dirinya maka kecemasan timbul dalam hidupnya. Kebebasan yang dimiliki oleh manusia ini dapat tidak dimiliki oleh manusia bila ia melarikan diri dari kecemasan yang dialaminya. Kecemasan dan kebebasan ini dapat disembunyikan oleh manusia ketika ia mengetahui dengan baik apa yang harus disembunyikan dan dijauhkan dari dirinya. Melarikan diri dari kebebasan dan menjauhkan diri dari kecemasan serentak juga berarti adanya kesadaran akan kebebasan, kecemasan, dan pelarian. Dengan demikian manusia mengakui kebebasannya dan serentak menyangkal kebebasan itu. Sikap tidak otentik ini oleh Sartre disebut maufaice foi bad faith ; sikap malafide dalam sikap malafide menjadi kentara kemungkinan bagi manusia untuk mengakui dan menyangkal apa yang dihayatinya. Sikap yang tidak otentik ini menunjukkan bahwa manusia menipu dirinya sendiri. Selain itu kebebasan merupakan kemampuan manusia untuk mempertimbangkan, memilih dari berbagai pilihan yang ada, dan mengontrol dirinya sendiri. Dan pilihan itu hanya mungkin di dalam lingkungan sosial, dan juga karena manusia selalu sudah berada di dalam lingkungan sosialnya. Tidak mungkin kita bisa membayangkan manusia yang hidup tanpa konteks sosial. Artinya kebebasan tidak bertentangan dengan fakta, bahwa kita ditentukan secara sosial oleh komunitas tempat kita hidup. Namun justru sebaliknya bahwa komunitas sosiallah yang memungkinkan kita mendapatkan dan menggunakan kebebasan kita. Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
pertanyaan sulit tentang filsafat pendidikan