Metode1 : Cara Masuk Recovery Mode menggunakan Aplikasi Android (Root Only) Android Gila menggunakan cara masuk recovery mode menggunakan aplikasi yang terinstal di perangkat Android. Metode ini sangat mudah menurut kami. Cara ini tidak perlu membutuhkan keahliaan atau kerumitan tertentu untuk dapat menggunakannya. Tutorialini akan mengajarkan kamu guys dasar-dasar bagaimana membangun sebuah aplikasi Android menggunakan lingkungan pengembangan Android Studio. Seiring perangkat Android menjadi semakin umum, permintaan untuk aplikasi baru hanya akan meningkat. Android Studio adalah lingkungan pengembangan yang mudah digunakan (dan gratis) untuk dipelajari. Metode2Menggunakan iPhone atau iPad. 1. Rekam video dalam resolusi HD atau 4K. Sebelum merekam video baru dengan iPhone atau iPad, sesuaikan kualitas video menjadi kualitas yang lebih tinggi pada pengaturan kamera. Ini adalah langkah terbaik untuk memastikan Anda mendapatkan kualitas yang baik sejak awal. Sayangnya beberapa OS Android, seperti misalnya Android One, telah menghilangkan mode ini dan menggantinya dengan presets otomatis. Kalau kamera Android-mu ternyata masih memiliki mode manual, maka kalian bisa langsung melihat-lihat fungsi dasar yang ada di kameramu. Kalau ternyata tidak, maka kalian harus mengunduh aplikasi lainnya, seperti Yangpertama silahkan buka android studio nya dan silahkan beri nama project sesuai keinginan kalian. Jika sudah silahkan buka Manifest nya Untuk mengakses perangkat keras Kamera membutuhkan permission eksplisit atau semacam perizinan dalam file XML AndroidManifest, Silahkan tambahkan source code berikut: Fungsidari aplikasi ini ialah : Langsung saja ke tahapan membuat kalkulator sederhana dengan android studio: Source: www.caraa.id. Kalau belum menginstall anda langsung ke website resmi developer android. Tutorial ini dibuat menggunakan android studio versi 3.5. Source: www.ngulikode.com. Script membuat aplikasi kalkulator di android studio. Aplikasitersebut mampu bekerja untuk mendownload manager yang Anda butuhkan pada android. Kumpulan Aplikasi Kamera Android Tercakep. aplikasi kamera android terbaik. Fitur yang sangat penting dalam pembuatan android dan bisa dikatakan wajib ada, salah satunya adalah kamera. Kumpulan aplikasi kamera terhits yang banyak digunakan netizen adalah : CaraMembuat Aplikasi Konversi Suhu Pada Android Studio Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya - April 21, 2017 CARA MEMBUAT APLIKASI KONVERSI SUHU PADA ANDROID STUDIO. 1. Buat project baru dan beri nama project tersebut. Nah itulah tutorial membuat aplikais konversi suhu pada Android Studio, semoga bermanfaat. Ulasanmengenai aplikasi kamera DSLR di atas bisa Anda jadikan sebagai referensi. Dengan aplikasi-aplikasi di atas, Anda tidak perlu mahal-mahal membeli kamera DSLR lagi. Cukup bermodalkan kamera Android dan aplikasi foto di atas, Anda sudah bisa menghasilkan foto yang bagus dan artistik. Lihat Juga : 4 Cara Menghilangkan Background Foto di PC Untukkoneksi kamera via USB, aktifkan fitur Developer Options pada ponsel Android. Untuk mengaktifkannya, masuk ke Settings -> About phone -> Android version. Tap sebanyak 7 kali pada Android version. Kemudian kembali dan masuk lagi ke Settings, sudah aktif menu Developer optons. LocationListener Callback ini diperlukan saat terjadi perubahan lokasi pengguna. Masukan ketiga callback setelah OnMapReadyCallback hingga menjadi. tekan ALT+ENTER dan import class yang diperlukan, hingga menjadi. Klik kanan pada bagian dengan garis bawah merah lalu pilih "Generate", kemudian pilih "Implement Method". TutorialMembuat Icon Aplikasi Pada Android Studio September (4) Diberdayakan oleh Blogger. Blog Archive 2017 (1) April (1) 2016 (10) November (1) Home / Uncategories / TUTUTORIAL MEMBUAT APLIKASI List Mahasiswa dengan ANDROID STUDIO . Berikutbeberapa Aplikasi Absensi Karyawan Untuk Android. Smart Absen. Aplikasi absensi pertama yaitu Smart Absensi, aplikasi ini memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah digunakan dan ukurannya yang sangat kecil, sehingga tidak terlalu memakan banyak memori yaitu hanya 4.2MB. Hanya saja entah kenapa aplikasi ini tidak terdapat lagi pada Play Searchfor jobs related to Cara membuat aplikasi android dengan android studio or hire on the world's largest freelancing marketplace with 20m+ jobs. It's free to sign up and bid on jobs. Penjelasan Untuk menambahkan fungsi scanner pada ZXing Anda harus menggunakan ZXingScannerView.ResultHandler dimana, callback ini berfungsi untuk menerima deteksi otomatis dari hasil scanner si BX4Az8. 0% found this document useful 0 votes212 views11 pagesDescriptionKamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk ā€œruang gelapā€, mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti Ā© All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes212 views11 pagesMembuat Aplikasi Kamera Sederhana Di Android StudioDescriptionKamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk ā€œruang gelapā€, mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suat…Full description Pada postingan Cara Membuat Aplikasi Kamera dengan Android Studio ini kita akan membuat aplikasi yang nantinya dapat mengakses perangkat keras android yaitu kamera. Hasil dari aplikasi yang dibuat nantinya akan tampak seperti gambar di bawah. Aplikasi kamera yang akan dibuat akan sangat sederhana. Hanya akan menampilkan tampilan kamera, dan belum bisa melakukan jepretan gambar. Fungsi jepretan gambar akan di tambahkan pada postingan selanjutnya. Buat terlebih dahulu project baru dengan format seperti dibawah. Baca Cara Membuat Project Baru di Android Studio Langsung saja untuk membuat aplikasi kamera silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini Langkah 1 Tambah izin menggunakan camera di ... ... Langkah 2 Edit seperti berikut. Langkah 3 Edit class MainActivity seperti berikut. public class MainActivity extends AppCompatActivity { private FrameLayout fr_kamera; private SurfaceView sv; private SurfaceHolder sh; private Camera cm; Override protected void onCreateBundle savedInstanceState { setContentView fr_kamera = findViewById sv = new SurfaceViewthis; sh = SurfaceHolderCallback; } private class SurfaceHolderCallback implements { Override public void surfaceCreatedSurfaceHolder holder { cm = parameters = List ss = pictSize = } Override public void surfaceChangedSurfaceHolder holder, int format, int width, int height { try { parameters = List previewSize = pre = lp = new }catch Exception e{} } Override public void surfaceDestroyedSurfaceHolder holder { } } } Jika camera anda orientasinya tidak sesuai dengan yang diharapkan silahkan rubah pada bagian anda bisa menggantinya misalnya 0, 90, 180. Pada bagian tersebut jika tidak sesuai bisa jadi hp anda tegakkan ke atas, tetapi gambar yang tampil malah memanjang ke samping. Selanjutka kita akan membuat tombol untuk menangkap tangkapan kamera, lanjut di postingan Cara Membuat Aplikasi Kamera Bagian Kedua - Capture Image. Tetap teratur dengan koleksi Simpan dan kategorikan konten berdasarkan preferensi Anda. 1. Sebelum memulai Dalam codelab ini, Anda akan mempelajari cara membuat aplikasi kamera yang menggunakan CameraX untuk menampilkan jendela bidik, mengambil foto, merekam video, dan menganalisis aliran gambar dari kamera. Untuk mencapai hal ini, kami akan memperkenalkan konsep kasus penggunaan di CameraX, yang dapat Anda gunakan untuk berbagai operasi kamera, dari menampilkan jendela bidik hingga merekam video. Prasyarat Pengalaman pengembangan Android dasar. Pengetahuan tentang MediaStore akan berguna, tetapi tidak wajib. Yang akan Anda lakukan Pelajari cara menambahkan dependensi CameraX. Pelajari cara menampilkan pratinjau kamera dalam aktivitas. Kasus penggunaan Pratinjau Buat aplikasi yang dapat mengambil foto dan menyimpannya di penyimpanan. Kasus penggunaan ImageCapture Pelajari cara menganalisis frame dari kamera secara real time. Kasus penggunaan ImageAnalysis Pelajari cara merekam video ke MediaStore. Kasus penggunaan VideoCapture Yang Anda butuhkan Perangkat Android atau emulator Android Studio Android 10 dan yang lebih baru direkomendasikan Perilaku MediaStore bergantung pada ketersediaan penyimpanan yang dibatasi. Dengan Android Emulator**, sebaiknya gunakan Perangkat Virtual Android AVD yang didasarkan pada Android 11 atau yang lebih tinggi**. Perhatikan bahwa CameraX hanya memerlukan API level yang didukung minimum 21. Android Studio Arctic Fox atau yang lebih baru. Pemahaman tentang Kotlin dan Android ViewBinding 2. Membuat project Di Android Studio, buat project baru, lalu pilih Empty Activity saat diminta. Selanjutnya, beri nama aplikasi "CameraXApp", dan konfirmasi atau ubah nama paket menjadi " Pilih Kotlin untuk bahasa, lalu setel API level minimum ke 21 yang merupakan persyaratan minimum untuk CameraX. Untuk versi Android Studio yang lebih lama, pastikan Anda menyertakan dukungan artefak AndroidX. Menambahkan dependensi Gradle Buka file untuk modul dan tambahkan dependensi CameraX dependencies { def camerax_version = " implementation " implementation " implementation " implementation " implementation " implementation " } CameraX membutuhkan beberapa metode yang merupakan bagian dari Java 8, sehingga kita perlu menyetel opsi kompilasi sebagaimana mestinya. Di akhir blok android, tepat setelah buildTypes, tambahkan kode berikut compileOptions { sourceCompatibility targetCompatibility } Codelab ini menggunakan ViewBinding, jadi aktifkan dengan hal berikut di akhir blok android{} buildFeatures { viewBinding true } Saat diminta, klik Sync Now, dan kita akan siap menggunakan CameraX di aplikasi. Membuat tata letak codelab Di UI untuk codelab ini, kita menggunakan hal berikut CameraX PreviewView untuk melihat pratinjau gambar/video kamera. Tombol standar untuk mengontrol pengambilan gambar. Tombol standar untuk memulai/menghentikan perekaman video. Panduan vertikal untuk memosisikan dua tombol. Mari kita ganti tata letak default dengan kode ini untuk Membuka file tata letak activity_main di res/layout/ dan menggantinya dengan kode berikut. Mengupdate file res/values/ dengan kode berikut CameraXApp Take Photo Start Capture Stop Capture Menyiapkan Ganti kode di dengan kode berikut, tetapi jangan ubah nama paket. Hal ini mencakup pernyataan impor, variabel yang akan kita buat instance-nya, fungsi yang akan kita implementasikan, dan konstanta. onCreate telah diimplementasikan agar kita dapat memeriksa izin kamera, memulai kamera, menetapkan onClickListener untuk tombol rekam dan foto, serta mengimplementasikan cameraExecutor. Meskipun onCreate diimplementasikan untuk Anda, kamera belum akan berfungsi hingga kami mengimplementasikan metode dalam file tersebut. package import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import import typealias LumaListener = luma Double -> Unit class MainActivity AppCompatActivity { private lateinit var viewBinding ActivityMainBinding private var imageCapture ImageCapture? = null private var videoCapture VideoCapture? = null private var recording Recording? = null private lateinit var cameraExecutor ExecutorService override fun onCreatesavedInstanceState Bundle? { viewBinding = setContentView // Request camera permissions if allPermissionsGranted { startCamera } else { this, REQUIRED_PERMISSIONS, REQUEST_CODE_PERMISSIONS } // Set up the listeners for take photo and video capture buttons { takePhoto } { captureVideo } cameraExecutor = } private fun takePhoto {} private fun captureVideo {} private fun startCamera {} private fun allPermissionsGranted = { baseContext, it == } override fun onDestroy { } companion object { private const val TAG = "CameraXApp" private const val FILENAME_FORMAT = "yyyy-MM-dd-HH-mm-ss-SSS" private const val REQUEST_CODE_PERMISSIONS = 10 private val REQUIRED_PERMISSIONS = mutableListOf .apply { if Menambahkan akan memastikan bahwa perangkat memiliki kamera. Menentukan .any berarti bahwa kamera dapat berupa kamera depan atau kamera belakang. Salin kode ini ke Poin-poin di bawah akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. override fun onRequestPermissionsResult requestCode Int, permissions Array, grantResults IntArray { if requestCode == REQUEST_CODE_PERMISSIONS { if allPermissionsGranted { startCamera } else { "Permissions not granted by the user.", finish } } } Periksa apakah kode permintaan sudah benar; abaikan jika sebaliknya. if requestCode == REQUEST_CODE_PERMISSIONS { } Jika izin diberikan, panggil startCamera. if allPermissionsGranted { startCamera } Jika izin tidak diberikan, tampilkan toast untuk memberi tahu pengguna bahwa izin tidak diberikan. else { "Permissions not granted by the user.", finish } Jalankan aplikasi. Kini aplikasi akan meminta izin untuk menggunakan kamera dan mikrofon 4. Mengimplementasikan kasus penggunaan Pratinjau Di aplikasi kamera, jendela bidik digunakan untuk memungkinkan pengguna melihat pratinjau foto yang akan mereka ambil. Kita akan mengimplementasikan jendela bidik menggunakan class Preview CameraX. Untuk menggunakan Preview, pertama-tama kita harus menentukan konfigurasi, yang kemudian akan digunakan untuk membuat instance kasus penggunaan. Instance yang dihasilkan adalah hal yang kita ikat ke siklus proses CameraX. Salin kode ini ke dalam fungsi startCamera. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Buat instance ProcessCameraProvider. Instance ini digunakan untuk mengikat siklus proses kamera ke pemilik siklus proses. Tindakan ini akan meniadakan tugas membuka dan menutup kamera karena CameraX memahami siklus proses. val cameraProviderFuture = Tambahkan pemroses ke cameraProviderFuture. Tambahkan Runnable sebagai satu argumen. Kita akan mengisinya nanti. Tambahkan sebagai argumen kedua. Tindakan ini akan menampilkan Executor yang berjalan di thread utama. {}, Di Runnable, tambahkan ProcessCameraProvider. Ini digunakan untuk mengikat siklus proses kamera kita ke LifecycleOwner dalam proses aplikasi. val cameraProvider ProcessCameraProvider = Lakukan inisialisasi objek Preview, panggil build di dalamnya, dapatkan penyedia platform dari jendela bidik, lalu tetapkan pada pratinjau. val preview = .build .also { } Buat objek CameraSelector, lalu pilih DEFAULT_BACK_CAMERA. val cameraSelector = Buat blok try. Di dalam blok tersebut, pastikan tidak ada yang terikat ke cameraProvider, lalu ikat cameraSelector dan objek pratinjau kita ke cameraProvider. try { this, cameraSelector, preview } Kode ini dapat gagal dengan beberapa cara, misalnya jika aplikasi tidak lagi menjadi fokus. Gabungkan kode ini dalam blok catch untuk mencatat log jika ada kegagalan. catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } Jalankan aplikasi. Sekarang kita melihat pratinjau kamera. 5. Mengimplementasikan kasus penggunaan ImageCapture Kasus penggunaan lainnya berfungsi dengan cara yang sangat mirip dengan Preview. Pertama, kita tentukan objek konfigurasi yang digunakan untuk membuat instance objek kasus penggunaan sebenarnya. Untuk mengambil foto, Anda akan mengimplementasikan metode takePhoto, yang dipanggil saat tombol Take photo ditekan. Salin kode ini ke dalam metode takePhoto. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. private fun takePhoto { // Get a stable reference of the modifiable image capture use case val imageCapture = imageCapture ? return // Create time stamped name and MediaStore entry. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "image/jpeg" if > { put "Pictures/CameraX-Image" } } // Create output options object which contains file + metadata val outputOptions = .BuildercontentResolver, contentValues .build // Set up image capture listener, which is triggered after photo has // been taken outputOptions, object { override fun onErrorexc ImageCaptureException { "Photo capture failed ${ exc } override fun onImageSavedoutput val msg = "Photo capture succeeded ${ msg, msg } } } Pertama, dapatkan referensi ke kasus penggunaan ImageCapture. Jika kasus penggunaan adalah null, keluar dari fungsi. Kasus penggunaan akan null jika kita mengetuk tombol foto sebelum pengambilan gambar disiapkan. Tanpa pernyataan return, aplikasi akan error jika kasus penggunaan null. val imageCapture = imageCapture ? return Selanjutnya, buat nilai konten MediaStore untuk menyimpan gambar. Gunakan stempel waktu agar nama tampilan di MediaStore menjadi unik. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "image/jpeg" if > { put "Pictures/CameraX-Image" } } Buat objek OutputFileOptions. Di objek ini, kita dapat menentukan hal-hal tentang bagaimana output yang kita inginkan. Kita ingin output disimpan di MediaStore sehingga aplikasi lain dapat menampilkannya, jadi tambahkan entri MediaStore. val outputOptions = .BuildercontentResolver, contentValues .build Panggil takePicture pada objek imageCapture. Teruskan outputOptions, eksekutor, dan callback saat gambar disimpan. Anda akan mengisi callback berikutnya. outputOptions, object {} Jika pengambilan gambar gagal atau pengambilan gambar gagal disimpan, tambahkan kasus error untuk mencatat log bahwa pengambilan gambar gagal. override fun onErrorexc ImageCaptureException { "Photo capture failed ${ exc } Jika pengambilan gambar tidak gagal, foto berhasil diambil. Simpan foto ke file yang kita buat sebelumnya, tampilkan toast untuk memberi tahu pengguna bahwa pengambilan gambar berhasil, lalu cetak laporan log. override fun onImageSavedoutput { val savedUri = val msg = "Photo capture succeeded $savedUri" msg, msg } Buka metode startCamera, lalu salin kode ini di bawah kode untuk melihat pratinjau. imageCapture = Terakhir, update panggilan ke bindToLifecycle di blok try untuk menyertakan kasus penggunaan baru this, cameraSelector, preview, imageCapture Metode akan terlihat seperti ini pada tahap ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } imageCapture = .build // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Jalankan kembali aplikasi dan tekan Take Photo. Kita akan melihat toast yang ditampilkan di layar dan pesan di log. Melihat foto Setelah foto yang baru diambil disimpan ke MediaStore, kita dapat menggunakan aplikasi MediaStore apa pun untuk melihatnya. Misalnya, dengan aplikasi Google Foto, lakukan Mulai Google Foto . Ketuk "Galeri Foto" tidak diperlukan jika tidak login ke aplikasi Foto dengan akun Anda untuk melihat file media yang diurutkan, dan folder "CameraX-Image" milik kita. Ketuk ikon gambar untuk meninjau foto lengkap; dan ketuk tombol Lainnya di pojok kanan atas untuk melihat detail foto yang diambil. Jika hanya mencari aplikasi kamera yang sederhana untuk mengambil foto, kita sudah selesai. Semudah itu. Jika kita ingin mengimplementasikan penganalisis gambar, baca terus. 6. Mengimplementasikan kasus penggunaan ImageAnalysis Cara terbaik untuk membuat aplikasi kamera kita lebih menarik adalah menggunakan fitur ImageAnalysis. Fitur ini memungkinkan kita menentukan class kustom yang mengimplementasikan antarmuka dan yang akan dipanggil dengan frame kamera yang akan datang. Kita tidak perlu mengelola status sesi kamera atau bahkan membuang gambar; mengikat ke siklus proses yang diinginkan aplikasi kita sudah cukup, seperti dengan komponen berbasis siklus proses lainnya. Tambahkan penganalisis ini sebagai class dalam di Penganalisis mencatat log luminositas rata-rata gambar. Untuk membuat penganalisis, kita mengganti fungsi analyze di class yang mengimplementasikan antarmuka private class LuminosityAnalyzerprivate val listener LumaListener { private fun ByteArray { rewind // Rewind the buffer to zero val data = ByteArrayremaining getdata // Copy the buffer into a byte array return data // Return the byte array } override fun analyzeimage ImageProxy { val buffer = val data = val pixels = { and 0xFF } val luma = listenerluma } } Dengan class yang mengimplementasikan antarmuka yang perlu kita lakukan adalah membuat instance LuminosityAnalyzer di ImageAnalysis, mirip dengan kasus penggunaan lainnya, dan mengupdate fungsi startCamera sekali lagi, sebelum panggilan ke Di metode startCamera, tambahkan kode ini di bawah kode imageCapture. val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } Update panggilan bindToLifecycle di cameraProvider untuk menyertakan imageAnalyzer. this, cameraSelector, preview, imageCapture, imageAnalyzer Metode lengkap kini akan terlihat seperti ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } imageCapture = .build val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture, imageAnalyzer } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Jalankan aplikasi sekarang. Aplikasi akan menghasilkan pesan yang serupa dengan ini di logcat kira-kira setiap detik. D/CameraXApp Average luminosity ... 7. Mengimplementasikan kasus penggunaan VideoCapture CameraX menambahkan kasus penggunaan VideoCapture di versi dan telah melakukan peningkatan lebih lanjut sejak saat itu. Perlu diperhatikan bahwa VideoCapture API mendukung banyak fitur perekaman video, jadi agar codelab ini tetap dapat dikelola, codelab ini hanya menunjukkan perekaman video dan audio ke MediaStore. Salin kode ini ke dalam metode captureVideo kode ini mengontrol awal dan penghentian kasus penggunaan VideoCapture. Poin-poin di bawah ini akan menguraikan kode yang baru saja kita salin. // Implements VideoCapture use case, including start and stop capturing. private fun captureVideo { val videoCapture = ? return = false val curRecording = recording if curRecording != null { // Stop the current recording session. recording = null return } // create and start a new recording session val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "video/mp4" if > { put "Movies/CameraX-Video" } } val mediaStoreOutputOptions = MediaStoreOutputOptions .BuildercontentResolver, .setContentValuescontentValues .build recording = .prepareRecordingthis, mediaStoreOutputOptions .apply { if MainActivity, == { withAudioEnabled } } .start { recordEvent -> whenrecordEvent { is -> { { text = getString isEnabled = true } } is -> { if ! { val msg = "Video capture succeeded " + "${ msg, .show msg } else { recording?.close recording = null "Video capture ends with error " + "${ } { text = getString isEnabled = true } } } } } Periksa apakah kasus penggunaan VideoCapture telah dibuat jika tidak, jangan lakukan apa pun. val videoCapture = videoCapture ? return Nonaktifkan UI hingga tindakan permintaan diselesaikan oleh CameraX; UI akan diaktifkan kembali di dalam VideoRecordListener yang terdaftar pada langkah berikutnya. = false Jika ada perekaman aktif yang sedang berlangsung, hentikan dan lepaskan recording saat ini. Kita akan diberi tahu saat file video yang direkam siap digunakan oleh aplikasi kita. val curRecording = recording if curRecording != null { recording = null return } Untuk mulai merekam, kita membuat sesi perekaman baru. Pertama, kita membuat objek konten video MediaStore yang diinginkan, dengan stempel waktu sistem sebagai nama tampilan sehingga kita dapat merekam beberapa video. val name = SimpleDateFormatFILENAME_FORMAT, .format val contentValues = ContentValues.apply { put name put "video/mp4" if > { put "Movies/CameraX-Video" } } Buat dengan opsi konten eksternal. val mediaStoreOutputOptions = MediaStoreOutputOptions .BuildercontentResolver, Tetapkan contentValues video yang dibuat ke dan build instance MediaStoreOutputOptions kita. .setContentValuescontentValues .build Konfigurasikan opsi output ke Recorder dari VideoCapture dan aktifkan rekaman audio videoCapture .output .prepareRecordingthis, mediaStoreOutputOptions .withAudioEnabled Aktifkan Audio di rekaman ini. .apply { if MainActivity, == { withAudioEnabled } } Mulai rekaman baru ini, dan daftarkan pemroses VideoRecordEvent lambda. .start { recordEvent -> //lambda event listener } Saat perekaman permintaan dimulai oleh perangkat kamera, alihkan teks tombol "Start Capture" ke "Stop Capture". is -> { { text = getString isEnabled = true } } Setelah perekaman aktif selesai, beri tahu pengguna dengan toast, dan alihkan tombol "Stop Capture" kembali ke "Start Capture", serta aktifkan kembali is -> { if ! { val msg = "Video capture succeeded " + "${ msg, .show msg } else { recording?.close recording = null "Video capture succeeded " + "${ } { text = getString isEnabled = true } } Di startCamera, tempatkan kode berikut setelah baris pembuatan preview. Tindakan ini akan membuat kasus penggunaan VideoCapture. val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = Opsional juga di dalam startCamera, nonaktifkan kasus penggunaan imageCapture dan imageAnalyzer dengan menghapus atau menjadikan kode berikut sebagai komentar /* comment out ImageCapture and ImageAnalyzer use cases imageCapture = val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ Ikat kasus penggunaan Preview + VideoCapture ke kamera siklus proses. Masih di dalam startCamera, ganti panggilan dengan kode berikut // Bind use cases to camera cameraSelector, preview, videoCapture Pada tahap ini, startCamera akan terlihat seperti ini val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = /* imageCapture = val imageAnalyzer = .build .also { LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera cameraProvider .bindToLifecyclethis, cameraSelector, preview, videoCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Build dan jalankan. Kita akan melihat UI yang sudah dikenal dari langkah sebelumnya. Rekam beberapa klip Tekan tombol "START CAPTURE". Perhatikan bahwa teks akan berubah menjadi "STOP CAPTURE". Rekam video selama beberapa detik/menit. Tekan tombol "STOP CAPTURE" tombol yang sama untuk memulai pengambilan gambar. Melihat video sama seperti melihat file gambar tangkapan Kita akan menggunakan aplikasi Google Foto untuk meninjau video yang direkam Mulai Google Foto . Ketuk "Galeri Foto" untuk melihat file media yang diurutkan. Ketuk ikon folder "CameraX-Video" untuk melihat daftar klip video yang tersedia. Ketuk ikon untuk memutar klip video yang baru saja direkam. Setelah pemutaran selesai, ketuk tombol Lainnya di pojok kanan atas untuk memeriksa detail klip. Hanya itu yang kita perlukan untuk merekam video. Namun, VideoCapture CameraX menawarkan banyak fitur lain, termasuk menjeda/melanjutkan perekaman. merekam ke File atau FileDescriptor. dan lainnya. Untuk petunjuk cara menggunakannya, lihat dokumentasi resmi. 8. Opsional Menggabungkan VideoCapture dengan kasus penggunaan lainnya Langkah VideoCapture sebelumnya menunjukkan kombinasi Preview dan VideoCapture yang didukung di semua perangkat seperti yang didokumentasikan dalam tabel kemampuan perangkat. Pada langkah ini, kita akan menambahkan kasus penggunaan ImageCapture ke kombinasi VideoCapture + Preview yang ada untuk menunjukkan Preview + ImageCapture + VideoCapture. Dengan kode yang ada dari langkah sebelumnya, hapus tanda komentar dan aktifkan pembuatan imageCapture di startCamera imageCapture = Tambahkan FallbackStrategy ke pembuatan QualitySelector yang ada. CameraX dapat mengambil resolusi yang didukung jika yang diperlukan tidak didukung dengan kasus penggunaan imageCapture. .setQualitySelector Selain itu, di startCamera, ikat kasus penggunaan imageCapture dengan pratinjau dan kasus penggunaan videoCapture yang ada catatan jangan mengikat imageAnalyzer, karena kombinasi preview + imageCapture + videoCapture + imageAnalysis tidak didukung this, cameraSelector, preview, imageCapture, videoCapture Sekarang fungsi startCamera akhir akan terlihat seperti ini private fun startCamera { val cameraProviderFuture = // Used to bind the lifecycle of cameras to the lifecycle owner val cameraProvider ProcessCameraProvider = // Preview val preview = .build .also { } val recorder = .setQualitySelector .build videoCapture = imageCapture = /* val imageAnalyzer = .also { setAnalyzer cameraExecutor, LuminosityAnalyzer { luma -> "Average luminosity $luma" } } */ // Select back camera as a default val cameraSelector = try { // Unbind use cases before rebinding // Bind use cases to camera this, cameraSelector, preview, imageCapture, videoCapture } catchexc Exception { "Use case binding failed", exc } }, } Build dan jalankan. Kita akan melihat UI yang sudah dikenal dari langkah sebelumnya. Namun, kali ini tombol "Take Photo" dan "Start Capture" berfungsi. Lakukan perekaman Ketuk tombol "START CAPTURE" untuk mulai merekam. Ketuk "TAKE PHOTO" untuk mengambil gambar. Tunggu hingga pengambilan gambar selesai kita akan melihat toast seperti yang kita lihat sebelumnya. Ketuk tombol "STOP CAPTURE" untuk berhenti merekam. Kita sedang melakukan pengambilan gambar saat pratinjau dan perekaman video sedang berlangsung. Lihat file gambar dan video yang diambil seperti yang kami lakukan di aplikasi Google Foto dari langkah sebelumnya. Kali ini, kita akan melihat dua foto dan dua klip video. Opsional Ganti imageCapture dengan ImageAnalyzer kasus penggunaan pada langkah-langkah di atas langkah 1 hingga langkah 4 kita akan menggunakan kombinasi Preview + ImageAnalysis +VideoCapture Perhatikan lagi bahwa kombinasi Preview +Analysis +ImageCapture +VideoCapture mungkin tidak didukung meskipun dengan perangkat kamera LEVEL_3. 9. Selamat! Anda telah berhasil menerapkan hal berikut ke aplikasi Android baru dari awal Menyertakan dependensi CameraX ke dalam project baru. Menampilkan jendela bidik kamera menggunakan kasus penggunaan Preview. Menerapkan pengambilan foto dan menyimpan gambar ke penyimpanan menggunakan kasus penggunaan ImageCapture. Mengimplementasikan analisis frame dari kamera secara real time menggunakan kasus penggunaan ImageAnalysis. Mengimplementasikan perekaman video dengan kasus penggunaan VideoCapture. Jika Anda tertarik untuk membaca lebih lanjut tentang CameraX dan berbagai hal yang dapat Anda lakukan dengan CameraX, lihat dokumentasi atau clone contoh resmi. Kecuali dinyatakan lain, konten di halaman ini dilisensikan berdasarkan Lisensi Creative Commons Attribution sedangkan contoh kode dilisensikan berdasarkan Lisensi Apache Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Kebijakan Situs Google Developers. Java adalah merek dagang terdaftar dari Oracle dan/atau afiliasinya. Pengertian Aplikasi Kamera Android Studio Aplikasi kamera Android Studio adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto dan merekam video menggunakan kamera pada perangkat Android mereka. Aplikasi ini dapat dikembangkan menggunakan Android Studio, sebuah Integrated Development Environment IDE yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Langkah Pertama Membuat Proyek Baru di Android Studio Langkah pertama dalam membuat aplikasi kamera di Android Studio adalah dengan membuat proyek baru. Untuk melakukan ini, buka Android Studio dan pilih ā€œStart a new Android Studio projectā€ dari menu awal. Setelah itu, ikuti langkah-langkah di layar untuk membuat proyek baru. Langkah Kedua Menambahkan Kode untuk Mengaktifkan Kamera Setelah Anda membuat proyek baru, langkah selanjutnya adalah menambahkan kode yang diperlukan untuk mengaktifkan kamera. Untuk melakukan ini, buka file dan tambahkan kode berikut private static final int REQUEST_CAMERA_PERMISSION = 1;private boolean checkCameraPermission {return == void requestCameraPermission { new String[]{ REQUEST_CAMERA_PERMISSION;}Overridepublic void onRequestPermissionsResultint requestCode, NonNull String[] permissions, NonNull int[] grantResults {if requestCode == REQUEST_CAMERA_PERMISSION {if > 0 && grantResults[0] == {// Camera permission granted} else {// Camera permission denied}}} Kode ini digunakan untuk memeriksa apakah pengguna memberikan izin untuk menggunakan kamera, dan jika tidak, meminta izin tersebut. Langkah Ketiga Menambahkan Kode untuk Mengambil Foto Setelah Anda menambahkan kode untuk mengaktifkan kamera, langkah selanjutnya adalah menambahkan kode yang diperlukan untuk mengambil foto. Untuk melakukan ini, buka file dan tambahkan kode berikut private static final int REQUEST_IMAGE_CAPTURE = 1;private void dispatchTakePictureIntent {Intent takePictureIntent = new Intent != null {startActivityForResulttakePictureIntent, REQUEST_IMAGE_CAPTURE;}}Overrideprotected void onActivityResultint requestCode, int resultCode, Intent data {if requestCode == REQUEST_IMAGE_CAPTURE && resultCode == RESULT_OK {Bundle extras = imageBitmap = Bitmap Do something with the image}} Kode ini digunakan untuk membuka kamera dan mengambil foto. Setelah foto diambil, kode ini akan mengambil gambar tersebut dan menampilkannya di aplikasi Anda. Langkah Keempat Menambahkan Kode untuk Merekam Video Langkah terakhir dalam membuat aplikasi kamera di Android Studio adalah dengan menambahkan kode untuk merekam video. Untuk melakukan ini, buka file dan tambahkan kode berikut private static final int REQUEST_VIDEO_CAPTURE = 1;private void dispatchTakeVideoIntent {Intent takeVideoIntent = new Intent != null {startActivityForResulttakeVideoIntent, REQUEST_VIDEO_CAPTURE;}}Overrideprotected void onActivityResultint requestCode, int resultCode, Intent data {if requestCode == REQUEST_VIDEO_CAPTURE && resultCode == RESULT_OK {Uri videoUri = Do something with the video}} Kode ini digunakan untuk membuka kamera dan merekam video. Setelah video direkam, kode ini akan mengambil video tersebut dan menampilkannya di aplikasi Anda. Kesimpulan Dalam artikel ini, kita telah membahas cara membuat aplikasi kamera di Android Studio. Dalam proses ini, kita telah belajar cara mengaktifkan kamera, mengambil foto, dan merekam video menggunakan kode Java. Dengan menggunakan Android Studio, Anda dapat membuat aplikasi kamera yang dapat digunakan oleh pengguna Android di seluruh dunia.

cara membuat aplikasi kamera android studio